SORONG – Seiring kebijakan diperbolehkannya masyarakat untuk melaksanakan mudik lebaran tahun ini, berpengaruh terhadap jumlah konsumsi listrik masyarakat di Sorong. Manager PLN UP3 Sorong, Martha Adi Nugraha, menyebutkan, berdasarkan perkiraan beban puncak penggunaan listrik pada malam takbir (1/5) hingga Hari Raya Idul Fitri (2/5) justru akan menurun.
“Saya prediksikan beban puncak pada Ramadhan dan Idul Fitri kali ini bakal menurun karena banyak yang mudik. Penurunan beban puncak diperkirakan mencapai 2 MW,” ungkap Adi.
Dibeberkan Adi, selama Ramadhan, terjadi peningkatan konsumsi listrik pada malam hari, terutama ketika pelaksanaan tarawih. Selain saat tarawih, alasan lain yang memicu terjadinya keinaikan konsumsi listrik adalah pada saat cuaca panas.
Adi menjelaskan, saat ini daya mampu dan ketersediaan pasokan listrik pembangkit sudah ada di angka 53,70 MW. Sementara beban puncak tertinggi yang pernah terjadi ada di angka 44 MW. Dengan demikian artinya masih ada cadangan tersimpan (surplus) 9,7 MW. Oleh karenanya, bisa diupayakan bahwa tidak akan ada pemadaman saat Idul Fitri nanti.
“Ini juga sesuai apa yang diinstruksikan PLN Pusat bahwa tidak boleh ada rencana pemadaman selama pelaksanaan siaga lebaran, terhitung dari tanggal 25 April sampai dengan 12 Mei. Kecuali jika memang ada hal yang sangat emergency. Selama siaga lebaran seluruh pemimpin unit diharuskan siaga di tempat dan tidak melakukan perjalanan (mudik). Sehingga saya juga akan tetap stay di Sorong guna memastikan kehandalan pasokan listrik selama masa siaga,” lanjutnya.
Diakui Adi, belakangan ini dirinya memang agak pelit untuk memberikan izin pemadaman yang diajukan pegawainya. Adi bahkan akan mencari informasi sedetail mungkin terkait alasan pemadaman. Misalnya terkait tujuan pemadaman, dampak dari pemadaman, proses yang akan dikerjakan selama pemadaman, serta estimasi waktu yang dibutuhkan.
“Saya sekarang sedetail itu untuk ACC permintaan pemadaman, apalagi semakin aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan kan cukup tinggi. Jadi kalau sampai terjadi pemadaman selama masa siaga, sudah bisa dipastikan bahwa itu terjadi masalah. Jadi saya imbau kepada masyarakat yang mengalami pemadaman selama masa siaga untuk melapor kepada kami,” jelasnya.
Dijelaskan Adi, saat ini pihaknya juga sedang melakukan peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan. Diantaranya melalui pemyempurnaan Yantek Optimazion (Optimalisasi Pelayanan Teknik) yang terintegerasi dengan New PLN Mobile.
“Yantek Optimization memudahkan pelanggan memantau proses penyelesaian atas pengaduannya. Yantek Optimization melalui Mew PLN Mobile ini juga akan menuntun petugas pelayanan teknik untuk merespons cepat pengaduan gangguan kelistrikan dan mengerjakannya sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selama siaga lebaran, PLN UP3 Sorong menyiagakan sebanyak 140 pegawai Pelayanan Teknik (Yantek) se-UP3 Sorong untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Pegawai tersebut termasuk yang ada di Kantor PLN UP3 Sorong, Fakfak, Kaimana, Waisai hingga yang berada di pulau terisolir.(ayu)















