SORONG – Guna mendorong peningkatan ekspor di Provinsi Papua Barat Daya (PBD), dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Ekspor Provinsi Papua Barat Daya dan Pelepasan Ekspor Pelaku Usaha Ikan Pelagis dan Ikan Demersal Beku ke Singapura, dan Ekspor Udang Beku ke China, bertempat di PT. Bina Nelayan Jaya (Kompleks Pelabuhan Perikanan), pada Senin (23/06/2025).
Penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Ekspor Provinsi Papua Barat Daya dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Daya diwakili Wakil Gubernur H. Ahmad Nausrau, S.PdI, MM, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat Setian, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Papua diwakili Kepala Bagian Umum Juan Herbert Girsang, Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Papua Barat Daya Sugeng Prayogo, SP, M.Si.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat, Setian mengatakan bahwa, Pesta Sinoli (Pekan Data Statistik – Sinergi Stabilitas Inflasi dan Akselerasi Industri) ini telah diselenggarakan mulai tahun 2024, dan dilanjutkan di tahun 2025 ini.
“Pesta Sinoli ini adalah kegiatan pekan data dan statistik dalam rangka kita untuk menghimpun data dan pemanfaatan data maupun statistik, terutama peranan Bank Indonesia sebagai advisor dari pemerintah daerah khususnya di Papua Barat Daya, sehingga kita bisa berkolaborasi dalam rangka pengendalian inflasi, maupun dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya,” ujarnya.
Dikatakan pula bahwa Pesta Sinoli 2025 diselenggarakan tanggal 23 Juni dan tanggal 24 Juni 2025. Adapun rangkaian acaranya yang pertama XPLOR yakni ekspor perdana pelaku usaha yang dilakukan pelepasan ekspor salah satu komoditas dari salah satu pelaku usaha di Papua Barat Daya. Hari ini juga ada kegiatan namanya Kakap Merah, yang merupakan pojok pameran produk ekspor.”Besok kita lakukan kegiatan Talk Show terkait dengan bagaimana kita mendorong ekspor, salah satu nara sumbernya adalah Konsulat Jenderal dari Australia,” terangnya.
Selain itu besok juga ada awarding kepada responden-responden Bank Indonesia (BI) terutama pelaku usaha yang telah bersedia memberikan data maupun informasi terkait dengan kegiatan usahanya, dalam rangka merumuskan advisory kepada pemerintah daerah.
Dikatakan Setian bahwa, pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya, sebagaimana yang telah dirilis oleh BPS, Triwulan I tahun 2025 ini Papua Barat Daya bisa tumbuh di angka 4,82% , tingkat pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023 maupun tahun 2024. “Ini perlu kita berikan apresiasi. Dan kalau kita bedah lebih dalam lagi dari sisi pengeluaran, pertumbuhan kita ternyata didorong oleh komponen ekspor, komponen ekspor bisa memberikan kontribusi di level 29,73%, dan ini lebih tinggi dibandingkan dengan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah maupun investasi pemerintah. Biasanya kalau di daerah-daerah lain seperti di Jawa itu konsumsi rumah tangga yang menjadi komponen atau pilar yang mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, sementara di Papua Barat Daya ini ekspor yang menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya,” ungkapnya.
Dikatakan pula bahwa, terkait dengan ekspor yang ada di Papua Barat Daya, kita bisa melihat ternyata ada beberapa produk yang mendominasi, yakni ada produk ekspor dengan kode HS71 ini adalah produk yang terkait dengan logam mulia, perhiasan maupun permata, ternyata di sana ada produk mutiara dari Papua Barat Daya, itu menduduki komposisi dengan pangsa 50%. Dan berikutnya adalah produk dengan kode HS03 ini adalah produk perikanan, dan ini menduduki urutan kedua dengan porsi 46,6%.
“Di sisi lain, ekspor kita itu terutama ditujukan ke negara-negara di Asia, baik itu Malaysia dengan pangsa 44% maupun ke Jepang, Singapura, dan China,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau, S.PdI, MM mengatakan bahwa, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengucapkan terimakasih kepada Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat atas inisiasi, semangat serta hubungan yang harmonis antara Bank Indonesia, Pemprov Papua Barat dan Pemprov Papua Barat Daya, sehingga kegiatan Pesta Sinoli Tahun 2025 bisa terealisasi.
“Tentu ini adalah sebagai wadah bagi seluruh pelaku ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya untuk terus meningkatkan partisipasinya menuju Papua Barat Daya yang maju, mandiri dan sejahtera,” ujarnya.
Wagub Ahmad Nausrau mengatakan pula, patut disyukuri bersama bahwa potensi ekspor Papua Barat Daya sangat luar biasa, ini menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam yang kita miliki kualitasnya amat baik. “Tentu ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita di Papua Barat Daya yang harus kita syukuri bersama, dimana kita harus memaksimalkan potensi itu untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya,” terangnya.
Menurut Wagub Ahmad Nausrau, hasil potensi yang kaya ini baik itu hasil laut, hasil hutan maupun hasil lainnya dari Papua Barat Daya yang melimpah ini harus dimaksimalkan untuk menjadi katalis dalam mendorong perekonomian di Provinsi Papua Barat Daya.
“Untuk itu Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk menciptakan kemudahan investasi baik itu perizinan maupun iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku usaha di Papua Barat Daya, sehingga bisa menjadi pendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya,” tegasnya.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain, Anggota Komite 4 DPD RI, Mamberop Y. Rumakiek, S.Sos, M.Kes, Konsulat Jenderal Kedubes Australia Mr. Todd Dias, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Totok Sutriono, Wakapolda PBD Kombes Pol. Semmy Ronny Tabhaa, SE, Staf Ahli B Komunikasi Sosial Koarmada III Kolonel Laut (PM) Golkar Nowo Pamiluto, S.Pd, serta para pejabat dan tamu undangan lainnya.(akh)














