SORONG – Dikarenakan proposal usulan pembangunan jembatan yang merupakan akses utama yang menghubungkan Kampung Suwiam Raya Distrik Ayamaru Utara Timur dan sekitarnya tidak kunjung dijawab oleh pemerintah daerah, akhirnya warga secara swadaya membangun jembatan dengan bahan material seadanya.
Kepala Distrik Ayamaru Utara Timur Kabupaten Maybrat, Isak Jitmau,SE mengatakan, jembatan yang dibangun swadaya tersebut, dalam setiap murembang pihaknya telah mengusulkan setiap tahun ke pemerintah daerah melalui Bappeda Kabupaten Maybrat. Selain diusulkan melalui jalur eksekutif, pihaknya juga mengusulkan program tersebut ke legislatif lewat penjaringan aspirasi masyarakat.
Namun sayangnya, usulan tersebut seakan tidak ditanggapi serius oleh pihak-pihak yang berwenang. ”Jembatan ini sudah pernah dibangun dengan swadaya masyarakat tahun 2013, sampai sekarang dengan bahan material seadanya. Pernah sudah diusulkan berkali-kali ke pemerintah melaluinya Bappeda, bahkan usulan juga disampaikan ke tiga anggota DPRD perwakilan Dapil 4 lewat penjaringan aspirasi, tapi hingga kini tak kunjung ditanggapi,” kata Isak Jitmau kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, kemarin.
Karena tidak kunjung diperhatikan selama kurang lebih 9 tahun, akhirnya membuat jembatan tersebut ambruk setelah dilintasi truk bermuatan material bangunan. Supaya akses lalulintas kendaraan tetap berjalan lancar, pihaknya mengkoordinir para kepala kampung, tokoh masyarakat dan warga untuk berpartisipasi secara swadaya mengerjakan pembangunan jembatan dengan material seadanya.
Material yang digunakan untuk pembangunan jembatan yakni batang pohon kelapa, dan material kayu buah. ”Untuk sementara yang bisa kami buat adalah gunakan batang pohon kelapa dan kayu seadanya,” tutur Isak Jitmau sembari berharap pemerintah daerah segera merespon pembangunan jembatan permanen untuk memudahkan masyarakat. (ris)













