Sampai Gedung Ini Runtuh Sekalipun, Selagi Pusat Menilai Kerjanya Bagus, Tidak akan Diganti


SORONG- Menteri Investasi /Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengungkapkan selama menjabat sebagai PJ Gubernur Papua Barat Daya, Dr Drs Moh Musa’ad, M.Si telah melaksanakan tugasnya dengan baik, bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai dari 4 provinsi baru di Tanah Papua, Pj Gubernur Papua Barat Daya yang paling baik kerjanya.
“Apa yang dilakukan oleh gubernur sudah jalan dengan langkah yang benar dan tepat. Dan yang ngomong ini bukan saya, tapi disampaikan oleh Pak Mendagri, Adinda, dari 4 provinsi pemekaran di Papua, PJB Provinsi PBD,paten, bagus. Mendagri ini bukan Mendagri kacang goreng, ini profesor , mantan Kapolri,orang pintar,”ujar Bahlil dalam rangkaian acara pemberian nomor induk berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Perseorangan di Gedung Lambert Jitmau, Kantor Walikota Sorong, Rabu (11/10).
Kegiatan pemberian NIB kepada UMKM ini merupakan rangkaian dari kegiatan kunjungan istri Wakil Presiden Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin di Kota Sorong.
Lebih lanjut, Bahlil Lahadalia yang kelahiran Banda, Maluku 1976 meminta kepada masyarakat di Sorong untuk bersatu. “Saudara-saudara kita di Sorong, sudahlah stop bakalai-bakalai, majukan negeri ini. Tunggu nanti Pilkada, Pilgub baru kamu baku hajar. Ini ibarat orang mau makan, ada makan pagi, siang dan makan malam. Kalau baru bangun pagi, bikin sarapan menu pagi, jangan makan makanan siang, pedis-pedis, poro sakit nanti, buang-buang air, nanti masuk rumah sakit, gitu lho ,”ucapnya.
“Jadi yang mau Pilkada, Pilgub tunggu nanti bulan September, jangan sekarang, kasi naik kasi turun. Biar kamu mo demo sampai gedung ini runtuh pun kamu minta pak Musa’ad diturunkan jadi gubernur, selama Insya Allah Pak Jokowi masih percaya, tidak akan mungkin itu terjadi dan dia akan tetap jadi gubernur. Begitupun pak Walikota, kau bekerja baik-baik, Pak Mosso begitu juga,”ujar Bahlil Lahadalia.
Ia pun meminta agar di Papua jangan ada politik panjat pinang. Politik panjat pinang itu satu orang naik ramai-ramai kasi turun. “Ini model apa,mau maju bagaimana macam begini, wah ini bagaimana ini,”tandas Bahlil lagi.
Bahlil juga memberikan motivasi kepada anak-anak Papua jangan hanya jago di kandang, tapi jadi petarung di Ibu Kota Jakarta. “Banyak orang bilang saya, kamu menteri kan mewakili Papua, bro saya memang dari Papua tapi saya jadi menteri karena berkompitisi di Jakarta. Bukan macam kamorang jago-jago kandang di dalam kampung sendiri. Kalau mau jadi petarung bertarung di Jakarta. Ini titipan saya kepada generasi muda, katorang jago okey, tapi tarung di Jakarta. Kalau cuma tarung di Kota Sorong, tarung di Fakfak, itu biasa, tidak ada tantangan, sama dengan sekolah di SMEA, kuliah di Unamin. Itu tidak ada tantangan,”ujarnya.
Kembali Ia menegaskan bahwa selagi pemerintah pusat menilai kinerja PJ Gubernur Papua Barat Daya Moh Musa’ad baik, maka siapa pun tidak ada yang bisa melengserkannya.
“Kamu mo demo sampai gedung ini (gedung LJ,Red) runtuh pun, Pj Gubernur, Pj Walikota, Pj Bupati, selama masih dinilai pusat kerjanya bagus maka mereka akan tetap dipertahankan untuk menjadi pejabat di daerah ini,”tegasnya.
Ia pun mengatakan kalau Presiden Jokowi tidak ada yang bisa atur-atur. “Mau tekan-tekan dia (Jokowi.Red), mana bisa ditekan. Mana bisa kamu tekan-tekan Presiden Jokowi. Mendagri, mana bisa kamu tekan mantan Kapolri, jenderal bintang 4, apalagi saya, sudah tahu kartu semua, itu yang dorang bilang kamu baru pikir kaka su (sudah,Red) su baca, baru ko mo main, sa (saya,Red) su tau ujungnya. Jadi kira-kira begitulah, bergandengan tangan, seperti Edo Kondologit,”ajaknya.
Edo Kondologit yang saat ini Caleg DPR RI dari PDIP dinilai sebagai tokoh Papua yang sangat nasionalis, diterima semua pihak. “Saya mau kasitau ya, edo ini saya punya tenaga ahli. Jadi Edo ini yang komunikasikan, Pak Moso jadi bupati, pak Musa’ad jadi gubernur, termasuk pak Septinus Lobat, itu pak Edo, karena apa, karena Pak Edo bisa melihat mana orang baik dan mana orang tidak baik. Jadi kalau pak Edo saja bisa menilai mana orang bak, berarti pak Edo orang baik. Karena itu saya yakin bahwa Pak Edo adalah orang tepat karena dia orang baik,”ucap Bahlil.
Sementara itu, dalam kunjungan ke stand-stand UMKM, Menteri Bahlil Lahadalia bercanda dengan duduk di stand Rajutan Noken Asnat Koridama, dimana Ia terus memegang koteka. “Sayang bapak, sayang bapak,”ucapnya berulang-ulang sambil memegang dua koteka yang kemudian disambut tawa ibu-ibu dan pejabat yang mendampinginya.
Setelah istri Wapres mengakhiri kunjungannya di stand-stand UMKM, Bahlil pun membeli dua koteka tersebut seharga Rp 200.000, termasuk juga membeli keripik keladi . (ros/zia)














