SORONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya kembali menggelar Audisi Gita Bahana Nusantara (GBN) Tahun 2026 sebagai upaya menjaring generasi muda berbakat di bidang seni suara yang akan mewakili Papua Barat Daya pada ajang nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membina talenta muda sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui seni dan budaya.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang diwakili Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Suardi Thamal, mengatakan Gita Bahana Nusantara bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, kerja sama, nasionalisme, serta kecintaan terhadap tanah air melalui seni budaya.
Suardi mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang mengikuti audisi tahun ini. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, sekaligus membangun rasa percaya diri dalam mengasah potensi di bidang vokal.
Ia juga mengimbau seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh serta menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan integritas.
Menurutnya, proses yang dijalani selama audisi merupakan pengalaman berharga yang akan membentuk karakter para peserta, apa pun hasil yang diperoleh nantinya.
Selain itu, Suardi berharap dewan juri dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan transparan sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Papua Barat Daya di tingkat nasional.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Martin Iek, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa audisi GBN merupakan agenda rutin berjenjang yang telah konsisten dilaksanakan sejak 2023 berdasarkan petunjuk teknis dari panitia tingkat pusat.
Menurut Martin, minat peserta pada tahun ini cukup tinggi. Sebanyak 56 peserta mendaftarkan diri secara daring, namun hanya 31 peserta yang hadir untuk melakukan registrasi ulang dan mengikuti seleksi secara langsung di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan proses seleksi dilakukan secara ketat dengan melibatkan dewan juri profesional dari tingkat nasional yang berkolaborasi bersama juri daerah. Empat karakter suara yang dicari dalam audisi ini meliputi Tenor, Bass, Alto, dan Sopran, dengan masing-masing kategori hanya dipilih satu peserta terbaik sehingga total hanya empat orang yang akan mewakili Papua Barat Daya.
Martin menegaskan bahwa kualitas suara yang baik saja tidak cukup untuk lolos. Penilaian juga mencakup penguasaan lagu, ketepatan nada, kemampuan membaca not angka maupun not balok, serta wawancara.
Menurutnya, penguasaan notasi musik menjadi salah satu syarat utama bagi peserta untuk dapat bersaing hingga tingkat nasional.
Empat peserta terbaik nantinya akan difasilitasi penuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, mulai dari administrasi hingga perlengkapan keberangkatan ke Jakarta pada Juli 2026 untuk mengikuti pemusatan latihan selama satu bulan. “Mereka kemudian akan bergabung bersama perwakilan dari seluruh provinsi dan berkesempatan tampil sebagai anggota Paduan Suara Nasional pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026,” katanya.(zia)














