Antrean di SPBU Mengular, Bensin Eceran Krisis Stok

SORONG – Dampak antrean yang mengular di SPBU dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pedagang bensin eceran kehabisan stok BBM Pertalite. Pantauan Radar Sorong, rak-rak bensin milik pedagang bensin eceran di sepanjang jalan utama tampak kosong. “Aduh kaka terlambat, tidak ada lagi, baru habis ini. Mau beli di Pom tapi antri masih panjang,” ujar Martinus, salah seorang pedagang bensin eceran.  “Kosong mbak, sudah 2 hari. Karena kita hanya jual stok lama saja. Mau pergi antri di Pom juga  macam rame sekali, terlalu makan waktu. Padahal untungnya juga kan tidak banyak, lebih baik kita jual yang lain saja,” ucap pedagang lainnya bernama Maria.

Dikatakan Maria, sejak situasi SPBU mulai dipadati antrean pengguna BBM Pertalite, dirinya sama sekali tidak menaikkan harga bensin yang ia jual. “Tidak ada, belum pernah kasih naik. Karena stok lama saja itu. Dua hari yang lalu masih 15 ribu satu botol full. Saya kan ada kios, jadi tidak fokus jual bensin saja. Kalau stoknya ada, ya kuta jual, kalau memang tidak ada, ya jual apa yang ada,” aku Maria. Sepanjang pantauan dari Jalan Basuki Rahmat Km 14 hingga Km. 12, hanya satu pedagang yang ditemui masih menjual bensin eceran. Harganya pun masih normal, Rp 15.000 per botol 1,5 liter. 

Senada dengan penuturan beberapa pedagang sebelumnya, kali ini, pedagang bernama Ona mengaku bahwa bensin yang ia jual adalah stok lama. Sehingga harganya juga masih normal. Namun, kata Ona, itu adalah stok terakhir yang Ia jual. Hanya tersisa beberapa botol saja. “Masih Rp 15.000 kak kalo botol penuh, stok lama jadi. Ini sudah terakhir, tinggal tiga botol ini saja. Ada di dalam paling 5 liter saja untuk dipakai sendiri, karena di rumah juga ada 2 motor,” ungkap Ona.

Diakui Ona, menjual bensin hanya sebagai sampingan saja dan bukan mata pencaharian utama. Sehingga dirinya tak begitu gusar ketika terjadi antrean panjang di SPBU. “Kita kan jual yang lain-lain juga, jadi jual bensin bukan pencaharian utama. Kalau di Pom antre panjang, ya tidak terlalu pengaruh juga. Yang penting ada stok untuk dipakai sendiri 3-4 hari ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan Radar Sorong, antrean  di SPBU Pawbili dan sejumlah SPBU lainnya  sampai kemarin masih mengular.  SPBU belum buka pun, mobil yang ‘berburu’ BBM Pertalite sudah ada yang antre. Minggu (29/5) pagi pukul 07.30 WIT, antrean kendaraan di SPBU Pawbili Km 18 sudah mengular.  

Tampaknya sidak yang dilakukan Pertamina baru-baru ini belum dapat mengatasi antrean panjang di SPBU. Apakah penyebabnya karena panik buying, atau ada oknum yang melakukan penimbunanan-datang antre berkali-kali dengan tangki modifikasi?, tampaknya aparar perlu untuk kembali mengawasi penjualan BBM di SPBU agar distribusi BBM normal kembali. Bukan hanya Pertalite, truk-truk yang akan mengisi BBM solar juga antre panjang. (ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!