Jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023
SORONG-Dalam rangka menghadapi Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, untuk mengatasi terjadinya lonjakan penumpang ke wilayah Barat, Kepala Cabang Pelni Sorong, Lutfi Israr Sutan kepada Radar Sorong ketika ditemui di Ruang Kerjanya, Selasa (6/12) mengatakan, PT Pelni Cabang Sorong menyediakan beberapa armada bahkan tujuan Ambon, yang tadinya hanya 1 kapal maka ada beberapa kapal yang di deviasi atau ditambahkan menuju Ambon.

“Untuk persiapan menghadapi Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, PT Pelni secara umum telah melakukan rapat koordinasi dan untuk PT Pelni Cabang Sorong untuk mengatasi terjadinya lonjakan kami telah mempersiapkan beberapa armada. Untuk mengantisipasi daerah-daerah yang kemungkinan akan terjadi lonjakan. Kalau untuk wilayah ke barat akan terjadi lonjakan yaitu tujuan Ambon dan Bitung,” ungkapnya.
“Tetapi untuk tujuan Bitung itu kan sudah reguler dan kita sudah menyediakan Armada ada 3 yaitu Sinabung, Labobar dan Tatamailau. Sedangkan untuk Ambon kan hanya Dobonsolo. Jadi ada beberapa kapal yang di deviasi. Yang tadinya tidak masuk Ambon, nanti akan masuk Ambon seperti Tidar. Tidar nanti dari Sorong direct langsung ke Ambon. Kemudian Cirimai yang tadinya hanya dari Sorong langsung Bau-bau, nanti akan di menyinggahi Pelabuhan Ambon. Begitu pula dengan Gunung Dempo dan Dobonsolo,” jelasnya.
Menurut pria yang murah senyum ini, pada awal bulan Desember, kapal yang di deviasi ke Ambon yakni kalau Cirimai sudah mulai tanggal 13 menyinggahi Pelabuhan Ambon. Kemudian untuk Tidar pada tanggal 17 dan kalau untuk Gunung Dempo pada tanggal 18. “Jadi itu yang kita persiapkan ada 4 kapal tersebut dengan kapasitas 1200 yang untuk ke Pelabuhan Ambon,” ujarnya.
Kemudian ke Bitung, untuk 3 kapal Sinabung, Labobar dan Tatamailau yang sudah cukup memadai seperti lalu-lalu.
“Ada Labobar sejak awal bulan sudah mulai menuju Bitung. Labobar kapasitas 3.000, Sinabung 2.000 dan Tatamailau hanya 1.000,” jelasnya.
Lanjut dikatakan, sedangkan untuk menyikapi yang arus balik, pada umumnya yang ke wilayah timur seperti Manokwari, kata Lutfi bahwa tidak terjadi masalah karena dari 80% kapal Pelni menyinggahi Manokwari.
“Kalau untuk yang arus balik itu ke Manokwari. Kan itu lonjakannya biasanya ke Manokwari usai Natal dan Tahun Baru. Arus balik juga tidak serentak, dia berangsur-angsur,” ungkapnya.
Lutfi, mengimbau kepada calon penumpang dalam pembelian tiket sejak jauh-jauh hari untuk menghindari antrian, jangan memaksa diri naik di atas kapal tanpa tiket karena penumpang di lindungi oleh asuransi, kemudian tidak berdesak-desakkan.
“Jangan membawa barang-barang yang tidak berlebihan, bawa yang bisa ditenteng itu satu orang bisa sampai 40 kg. Jangan bawa barang-barang yang mengganggu kenyamanan penumpang di atas kapal bahkan barang terlarang seperti narkoba dan barang mudah terbakar serta hewan yang dilindungi,”
Kemudian, ia menambahkan tetap menjaga prokes dan memakai masker. Dan harus ada kartu vaksis booster. “Harus mengikuti aturan-aturan yang ada,” tegasnya.
Lutfi mengungkapkan bahwa Hingga saat ini PT Pelni Cabang Sorong sudah mulai penjualan tiket dan sudah mulai terjadi peningkatan permintaan-permintaan atau pembelian tiket.
“Mau beli tiket Labobar tanggal 22 tujuan Bitung. Pulkam natalan disana dengan keluarga besar. Tidak antre sih, tadi kasih KTP dengan kartu vaksin saja 10 menit sudah ada tiket,” ungkap salah satu warga, Gloria usai membeli tiket.(zia)













