Hadiahkan Doorprize Umroh untuk 4 Orang
SORONG – Bupati Raja Ampat, H. Abdul Faris Umlati, SE memborong 180 blok kupon Bazar Pembangunan Masjid Baitul Makmur IAIN Sorong, yang kegiatannya diselenggarakan di halaman kampus IAIN Sorong, Minggu (26/2).
Sebanyak 125 blok kupon diantaranya kemudian dibagikan kepada masing-masing stand bazar amal IAIN Sorong, sementara sisanya dibagi habis kepada sejumlah masyarakat dan pengunjung yang datang pada bazar amal tersebut.
Tak hanya memborong/membeli kupon bazar, AFU (sapaan akrab Bupati Raja Ampat, red) juga memberikan doorprize utama berupa paket umroh gratis kepada empat orang yang beruntung.
Doorprize umroh pertama diundi langsung oleh AFU, dan jatuh pada nomor undian 632.
Dimana pemilik nomor undian tersebut adalah seorang ibu muda atas nama Muliati Rasid (32). Dengan mata berkaca-kaca, Muliati Rasid pun langsung naik ke atas panggung utama dan berjabat tangan dengan AFU.
Muliati mengaku tak menyangka nomor undiannya akan keluar sebagai penerima doorprize umroh. Ia mengaku tujuannya hadir pada kegiatan bazar amal kali ini hanya untuk membuka dan menjual menu di stand. Dirinya pun tak punya firasat apa-apa sebelumnya.
“Alhamdulillah, Masya Allah, saya tidak pernah menyangka bisa dapat doorprize umroh yang diundi langsung sama Pak Bupati Raja Ampat. Saya memang ingin sekali umroh, dan ternyata rejekinya melalui Pak Bupati. Saya doakan Beliau dianugerahkan kesehatan dan umur yang panjang serta rezeki yang berkah. Semoga Beliau bisa terus menjadi pemimpin yang amanah dan tetap selalu mensupport setiap kegiatan keagamaan,” ucap Muliati penuh haru.
Selain Muliati Rasid, tiga orang yang juga mendapat keberuntungan doorprize umroh dari Bupati Raja Ampat adalah, Ratmi, Hikmah dan Evie.
AFU mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi seluruh Civitas Akademika IAIN Sorong yang telah menggagas pelaksanaan bazar amal guna menggalang dana pembangunan Masjid Baitul Makmur. Sehingga doorprize umroh yang ia berikan adalah sekedar untuk menyemangati masyarakat dan pengunjung bazar amal tersebut.
“Ini adalah kegiatan positif untuk mengajak masyarakat bersedekah dalam urusan agama. Oleh karena itu saya mengajak seluruh umat Islam agar terpanggil untuk legiatan seperti ini,” kata AFU.
Sementara itu, Rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag mengungkapkan bahwa untuk pembangunan Masjid Baitul Makmur, dibutuhkan anggaran senilai Rp 30 miliar. Sehingga dilaksanakanlah bazar amal guna menggalang dana untuk pembangunan masjid tersebut.
“Progres pembangunan Masjid Baitul Makmur saat ini baru 20 persen. Total anggaran yang dibutuhkan sebenarnya Rp 30 miliar, makanya kita laksanakan bazar.
Untuk pembangunan masjidnya sendiri tidak boleh dibantu oleh kampus, oleh karenanya panitia pembangunan masjidnya pun dipercayakan kepada orang dari luar yang bukan bagian dari civitas akademika IAIN Sorong,” terang Rektor IAIN.
Disebutkan Rektor, pembangunan masjid tersebut juga merupakan persiapan untuk menyongsong IAIN Sorong naik status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sorong. Sehingga ke depannya, kampus tersebut akan menjadi kampus kemasyarakatan.
“Jadi nanti kampus hijau ini akan jadi kampus kemasyarakatan. Sehingga masyarakat dari agama dan suku manapun bisa berkuliah di sini. Karena akan banya program studi baru yang akan kami tawarlan ketika IAIN dudah naik staus menjadi UIN,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, AFU juga mengaku pihaknya akan sangat mendukung penuh upaya IAIN menjadi UIN. Bagi AFU, demi meningkatkan kualitas SDM di Papua Barat Daya, memang dibutuhkan sebuah Universitas Islam Negeri juga harus ada di Provinsi PBD ini.
Sehingga akan semakin banyak wadah bagi generasi kuda untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitasnya. (ayu)














