SORONG- Penjabat Bupati Kabupaten Tambrauw Engelbertus G. Kocu, S,Hut MM mengungkapkan, kondisi topografi wilayah Kabupaten Tambrauw yang begitu sulit menyebabkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) banyak terkuras untuk membiayai pembangunan sarana infrastruktur.
Dan salah satu yang menyedot anggaran cukup besar adalah pembangunan infrasruktur ditengah banyaknya sungai-sungai yang mengelilingi Kabupaten Tambrauw.
Kondisi daerah dengan medan yang cukup berat itulah, Pj Bupati Tambrauw mengakui kalau aspek lain masih rendah pencapaiannya, seperti pembangunan IPM (indeks pembangunan manusia) yang masih sangat rendah dibanding kabupaten/kota lainnya di Propvinsi Papua Barat.
“Bagaimana kita mau kembangkan sekolah sementara jalan belum sampai. Kita mau kembangkan dari sisi kesehatan sementara jalan, lisrtrik semua belum ada. Jadi memang ini kondisi yang sangat berat, tetapi itu menjadi tugas kita kedepan. Sekarang lewat pembangunan yang ada kita sudah usaha pelan-pelan semua sudah berjalan ya,”ujar Kocu kepada wartawan usai mengikuti pertemuan dengan Komisi II DPR RI di Kantor Wali Kota kemarin (25/8).
Bukan hanya IPM, Pemda Kabupaten Tambrauw juga pelan-pelan akan fokus pada masalah stunting, gizi buruk dan lainnya.
“SDM kami memang baru berkembang sekarang, baru ditingkatkan. Kemudian dari sisi transportasi dalam rangka peningkatan IPM kan juga harus ada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dan semua yang harus kita kembangkan,”ujar Kocu.
Dibagian lain, Pj Bupati Tambrauw Engelbertus Kocu juga mengungkapkan, dengan wilayah yang cukup luas, Kabupaten Tambrauw akan melepas 11 distrik ke ‘tetangga terdekat” Manokwari dan Kabupaten Sorong.
Pj Bupati Tambrauw mengatakan distrik yang akan dilepas itu sebelumnya memang merupakan daerah bawahan Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong.
Dengan akan melepas 11 distrik maka Kabupaten Tambrauw sisa 17 distrik. Akan pisahnya 11 distrik diakui bupati nantinya akan berpengarug pada DAU (Dana Alokasi Khusus) yang salah satunya ditentukan oleh luas wailayah. (ros)













