• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Rabu, 21 Oktober 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Kembalikan Peran Ibu sebagai Pendidik Generasi

by admin
13 Juli 2022
in Feature
0
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti

(The Voice of Muslimah Papua Barat)

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
76
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
177

Perempuan yang sudah menjadi seorang ibu, tentu mempunyai kewajiban dan konsekuensi yang harus dilakukan atas perannya sebagai seorang ibu. Seorang ibu tidak hanya bisa melahirkan dan membesarkan, tapi juga harus bisa merawat dan mendidik anak-anaknya, sehingga kelak menjadi anak yang berbakti dan bisa membanggakan orang tua serta agamanya.

Namun, saat ini peran seorang ibu yang seharusnya merawat dan mendidik generasi mulai tergerus. Sistem kapitalisme membuat kemiskinan menghimpit hidup keluarga. Harga kebutuhan pokok mahal, pendidikan mahal, sekolah mahal, pengobatan mahal, dan banyaknya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Di sisi lain, banyak kepala keluarga yang mendapatkan pekerjaan dengan gaji relatif kecil, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini akhirnya memaksa seorang istri, yang notabene juga seorang ibu, harus keluar dari rumahnya untuk membantu ekonomi keluarga.

Ketika para suami bekerja, kemudian di susul dengan bekerjanya istri untuk mencari nafkah, maka kewajiban mendidik generasi menjadi terabaikan. Anak dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa didikan dan pengawasan dari orang tua, terutama ibu. Sungguh miris, generasi tumbuh menjadi pribadi yang haus perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Ditambah lagi, saat ini umat Islam berada dalam cengkeraman sistem sekuler yang justru makin jauh dari nilai-nilai Islam. Tidak sedikit yang larut dalam gaya hidup serba bebas akibat proses sekularisasi pemikiran. Lalu bagaimana dengan para ibu? Tidak bisa kita mungkiri bahwa musuh-musuh Islam pun menyasar kaum ibu dengan ide feminisme, dan faktanya tidak sedikit kaum perempuan yang terkecoh.

Ibu Pendidik Generasi

Di dalam Islam, seorang ibu mempunyai tugas mulia yaitu menjadi madrasah (sekolah) pertama dan utama bagi anak-anaknya. Seorang ibu harus bisa membentuk tujuan hidup, visi hidup dan pedoman hidup anak, yakni mengarahkannya kepada Islam. Sebagaimana hadis Rasulullah saw: “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Oleh karenanya, Islam juga menuntut agar kaum perempuan benar-benar menjalankan fungsi keibuan ini dengan sebaik-baiknya, di samping mereka pun sebagai bagian dari masyarakat. Ini karena tugas utama perempuan adalah sebagai ummun wa rabbat al-bayt (ibu dan pengatur rumah suaminya).

Ada beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang ibu sehingga mampu mendidik generasi berkualitas, antara lain:

Pertama, seorang ibu harus memiliki keimanan dan ketakwaan tinggi. Ibu seperti ini akan senantiasa menggembleng anaknya agar hanya takut kepada Allah, memahami hakikat dan tujuan hidup, menanamkan keimanan yang kukuh, sekaligus mengajarkan untuk tunduk dan patuh pada aturan Sang Pencipta. Ia akan tampil sebagai teladan bagi anak-anaknya dalam hal berpikir dan bersikap.

Kedua, seorang ibu harus memahami bahwa anak adalah amanah dari Allah SWT. Kelak ia harus mempertanggungjawabkan apabila lalai dalam merawat dan mendidik anak-anaknya, apalagi jika tidak sesuai dengan syariat Islam.

Ketiga, memiliki rasa kasih sayang yang benar. Seorang ibu harus mampu mendidik anak-anaknya dengan kasih sayang yang benar, yaitu mendahulukan rasa cinta dan sayang kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya. Sehingga anak-anaknya kelak akan mempunyai rasa cinta dan kasih sayang yang benar pula kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kepada orang tua dan keluarganya.

Keempat, memahami bahwa anak adalah aset perjuangan dan masa depan umat. Ibu yang memiliki kesadaran semacam ini akan berusaha menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak, membekali anak dengan sifat-sifat terpuji bagi seorang pemimpin seperti mandiri, rela berkorban, bertanggung jawab, peduli umat, dan sebagainya.

Kelima, memiliki kesadaran politik Islam. Kesadaran politik Islam artinya memahami dan meyakini bahwa pemeliharaan semua urusan umat harus diatur dengan syariat Islam. Dengan demikian, seorang ibu yang memiliki kesadaran politik Islam akan memiliki kepekaan yang tinggi dalam melihat kezaliman-kezaliman yang menimpa umat, akibat tidak diterapkannya aturan-aturan Islam. Dia pun akan berusaha memahamkan anak-anaknya untuk memiliki kesadaran politik Islam yang sama.

Keenam, memiliki ilmu dan wawasan luas tentang konsep pendidikan anak dalam Islam. Sehingga anak tidak salah arah, kelak akan tumbuh menjadi generasi berkualitas.

Kembalikan Peran Ibu

Bila membuka sejarah masa kegemilangan Islam, kita akan melihat sosok generasi berkualitas. Yaitu generasi yang berkepribadian Islam yang andal, memiliki intelektualitas mujtahid, sekaligus mentalitas mujahid. Saat itu umat Islam menjadi mercusuar peradaban luhur manusia yang bertahan hingga belasan abad. Generasi berkualitas ini tentunya tidak lahir begitu saja, tetapi ada “arsiteknya”, yaitu sosok yang berperan sangat penting. Siapakah ia? Ialah seorang ibu.

ADVERTISEMENT

Namun di dalam sistem kapitalisme, peran ibu sebagai pendidik generasi tidak dapat dijalankan secara maksimal. Untuk itu, demi melahirkan generasi berkualitas, diperlukan peran masyarakat sebagai penguat ketakwaan dan saling mengingatkan. Dibutuhkan pula peran negara, dimana negara harus menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup warga, agar kaum ibu tidak perlu keluar membantu ekonomi keluarga.

ADVERTISEMENT

Seorang ibu sangat berperan dalam mewarnai corak sebuah generasi. Untuk itu, kembalikan peran ibu kepada fitrahnya, yaitu sebagai pendidik generasi, yang nantinya akan melahirkan generasi berkualitas.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Berat Sapi Bantuan Presiden 1.04 Ton

Next Post

Jamaah Haji Tinggalkan Mina

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
76
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
177
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
Jamaah Haji Tinggalkan Mina

Jamaah Haji Tinggalkan Mina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Cicil Emas: Cara Baru Mengatur Keuangan

Cicil Emas: Cara Baru Mengatur Keuangan

20 Oktober 2026
iPhone 18 Pro dan Pro Max Tersedia di Indonesia, Telkomsel Tawarkan Bundling Halo dan SIMPATI

iPhone 18 Pro dan Pro Max Tersedia di Indonesia, Telkomsel Tawarkan Bundling Halo dan SIMPATI

20 Oktober 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!