SORONG – Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong memastikan 275 sapi asal Maluku yang telah masuk ke Sorong tidak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ataupun penyakit lainnya, sehingga aman untuk dikonsumsi. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala Kantor Karantina, Drh. I Wayan Kartanegara,M.Pt, Rabu (8/6).
Masuknya ratusan sapi tersebut, guna memenuhi pasokan Sapi Kurban menjelang Hari Raya Idul Adha pada 9 Juli 2022 mendatang. Drh. I Wayan Kartanegara,M.Pt menjelaskan pihaknya telah memastikan bahwa ratusan sapi potong tersebut dalam keadaan normal berdasarkan tindakan karantina yang dilakukan pejabat fungsional Kantor Karantina selama 3 hari. Namun, sebelumnya sapi sudah dilakukan karantina selama 14 hari di daerah asal.
”Selama pengamatan 3 hari, tidak ditemukan ada penyakit atau gangguan pada ternak Sapi, kemudian dilakukan juga penyemprotan disenfektan dan disenfeksi mulai dari Pelabuhan hingga di Kandang tempat sapi di karantina,”jelasnya kepada awak media, kemarin.
Sebelumnya, sambung I Wayan selain mengantisipasi adanya PMK, pihaknya juga memastikan bahwa sapi tidak pincang lantaran gesekan saat berada di kapal maupun saat pengangkutan di truck.
Diakui I Wayan, rata-rata hewan ternak Sapi Potong yang masuk ke Sorong berasal dari Maluku maupun Maluku Utara, namun untuk 275 sapi potong ini, berasal dari Maluku.
Usai memastikan kondisi sapi normal, selanjutnya sapi dikembalikan ke pemiliknya. Namun, Kantor Karantina tetap bermohon kepada Dinas Perternakan untuk melakukan pengawasan. Menanyakam pemantauan daging sapi di wilayah Sorong, I Wayan menuturkan setiap ada pemasokan daging sapi, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dokumen maupun fisik.
”Kami juga melihat, apakah daerah asal bebas dari penyakit, misalnya Surabaya yang sudah menutup pengiriman daging sapi ke daerah lain, sehingga kami lakukan pengawasan di Kapal Pelni,”pungkasnya.
Sementara itu, menjelang Hari Raya Idul Adha, Sapi Qurban banyak diburu warga. Perburuan hewan qurban pun bisa sampai ke Katapop. Seperti tahun-tahun sebelumnya, semangat berqurban datang dari berbagai kelompok masyarakat, apakah itu melalui masjid, kerukunan masyarakat ataupun dari berbagai organisasi masyarakat lainnya. Dalam berqurban, untuk satu ekor sapi, warga yang berjumlah 7 orang urunan dengan harga berkisar Rp 2.500.000/orang. (juh)
















