MANOKWARI – Pelaksanaan side even W20 dan Y20 di Manokwari pada 8 hingga 10 Juni 2022 dipastikan istri-istri Kedutaan Besar (Kedubes) tidak datang ke Manokwari. Hal ini diungkapkan Ketua pelaksana W20 dan Y20, Melkias Werinussa kepada wartawan, Selasa (7/6). Ia mengatakan kegiatan side event W20 dan Y20 tetap dihadiri dari beberapa provinsi di Indonesia sepeti Sumatera Utara.
”Ada 72 orang dari beberapa provinsi termasuk menteri desa, pembangunan desa tertinggal dan transmigrasi yang dipastikan hadir. Menteri pemberdayaan perempuan dan anak yang di kabarkan hadir, ternyata membatalkan untuk hadir dan diwakili deputinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan kedatangan para tamu ke Manokwari dijadwalkan tiba pukul 08.00 wit menggunakan pesawat Batik Air dan disambut oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw bersama isteri dan juga Forkopimda.
Menurutnya, batalnya istri-istri kedubes ke Manokwari pada pagelaran side even W20 dan Y20 hingga kini belum diketahui pasti alasannya. ”Awalnya bisa hadir, tiba-tiba membatalkan hadir tanpa alasan,” ucap Melkias. ”Mungkin saja salah satu penyebab tidak hadirnya yakni adanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina,” imbuhnya.
Tak dipungkiri, pemerintah Provinsi Papua Barat sedikit kecewa atas batalnya kehadiran dari istri-istri kedubes. Meskipun begitu mereka tetap hadir secara virtual. ”Materi yang dibicarakan dalam W20 dan Y20 tidak akan berubah, karena meraka tidak hadir secara offline melainkan mereka hadir secara online atau virual. Adapun topik yang akan dibahas yakni perempuan dan disabilitas perempuan,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat yang tidak setuju dengan adanya W20 dan Y20 untuk bisa menahan diri, karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang bersifat kemanusiaan. ”Kita berbicara terkait perempuannya dan juga disabilitasnya. Rekomendasi-rekomendasi yang didapat di W20 dan Y20 ini akan dibawa ke G20 di Bali,” bebernya.
Skema Penjemputan
Secara resmi, besok (hari ini,red) tamu akan datang ke Manokwari, namun beberapa sudah ada yang sudah datang hari ini (kemarin,red). Penyambutannya pun dibatasi sebab ruang VIP Bandara Rendani terbatas.
”Setiba di Bandara Rendani, tamu di sambut Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw bersama isteri dan juga Forkopimda beserta tarian-tarian adat yang telah disiapkan,” ucap Melkias.
Melkias melanjutkan, setiba di Bandara Rendani, tamu akan di anatar ke Hotel Aston dan setibanya disambut oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou dan kemudian para tamu beristirahat hingga pukul 14.00 wit.
”Pada saat istirahat, setiap peserta yang ingin berjumpa dengan orang lain, panitia penyelenggara wajib tahu. Kita harapkan tamu tidak keluar sehingga bisa benar-benar beristirahat dalam jeda waktu yang ada,” tuturnya.
Kemudian pukul 14.00 wit dilakukan panel-panel diskusi. Ia menjelaskan alasan di laksanakan diskusi di siang hari supaya yang dari luar Manokwari bahkan luar negeri bisa mengikuti diskusi tersebut.
”Karena belahan waktu kita berbeda dan pasnya di siang hari,” jelasnya.
Kesiapan Areal Bandara Rendani
Kesiapan areal dan VIP Bandara Rendani, Kapolsek Bandara Rendani, AKP Rahmat Alfitri mengatakan tim gegana sudah melakukan sterilisasi dan pengecekan agar ruangan dan juga kendaraan yang digunakan penjemputan aman.
”Semua sudah aman, sudah dicek semuanya,” ujarnya. Kapolsek menjelaskan bahwa dirinya bersama tim audah siap dengan kedatangan tamu-tamu yang akan hadir. ”Kami semaksimal mungkin mengamankan areal bandara yang bekerja sama dengan pihak bandara,” jelasnya.
Ia menuturkan dalam pengamanan Bandara Rendani 14 personel gegana yang dilibatkan dalam pengamanan bandara termasuk GBom. ”Ruangan VIP setelah dilakukan seterilisasi semua dalam kondisi aman dan tidak ada barang-barang mencurigakan yang ditemukan,” pungkasnya. (bw)













