AIMAS – Tak perlu pergi jauh untuk merasakan liburan berakhir pekan, apalagi harus merogoh kocek dalam untuk bisa melihat awan dari jendela pesawat terbang. Belum lama ini, viral spot swafoto baru yang ada di Kabupaten Sorong. Masyarakat menyebutnya Negeri di Atas Awan. Lokasinya berada di Jalan Osok, tepatnya di Puncak Malasiek. Suhu dingin di Puncak Malasiek kini justru menjadi perbincangan hangat di kalangan traveler, fotrografer, atau bahkan masyarakat yang didominasi kalangan muda-mudi.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke negeri awan ini. Hanya 10 menit dari pusat Kota Baru Aimas, di Alun-Alun Aimas. Sepanjang perjalanan, hanya ada sedikit pemukiman, selebihnya pengunjung akan disuguhkan hijaunya pemandangan pepohonan rindang hutan tropis. Jangan khawatir untuk melakukan trip dengan berkendara sepeda motor. Akses jalan menuju spot negeri awan juga aman. Aspal mulus dengan warna hitam pekat akan membuat pengunjung nyaman berkendara. Hanya ada sepenggal ruas jalan yang belum di aspal. Namun kondisinya juga sudah dicor, sehingga cukup memudahkan pengunjung.
Waktu sudah menunjukkan tepat pukul 6.15 WIT. Ratusan kendaraan sudah terparkir rapi di sisi kanan dan kiri jalan. Sementara pemiliknya, sudah sibuk memegang kamera bahkan ada yang menerbangkan drone. Jarak pandang mulai terhalang, karena kabut mulai turun. Saat berbicara pun, seolah ada asap yang keluar dari mulut. Hawa dingin mulai menusuk. “Sudah mulai kabut, tolong fotoin dong,” ujar seorang pengunjung kepada rekannya. “Bagus sekali aslinya, seperti lagi di awan. Tapi di foto agak kurang maksimal, kameranya buram, kedinginan,” jawab temannya sambil tertawa.
Felix, salah seorang pengunjung mengaku, ia baru tahu dari sosial media, bahwa di Sorong ada spot foto kece badai bak negeri di atas awan. Apalagi tempatnya juga masih asri, benar-benar membelah hutan. “Baru tanggal 1 Juni kemarin lihat story teman, tapi baru sekarang ke sini. Bagus sekali ternyata, gratis lagi, bisa kihat awan gratis. Apalagi saya belum pernah naik pesawat, jadi kadang suka terbayang, bagaimana rasanya ada di atas awan,” kata Felix sedikit melawak.
Memang, tak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk sampai ke sini. Cukup menyiapkan kendaraan yang prima dan BBM yang cukup saja. Satu lagi, di spot wisata benar-benar tak ada masyarakat yang bermukim. Jadi, mungkin akan lebih baik jika pengunjung juga menyiapkan perbekalan seperti snack atau minuman hangat. “Dingin begini kalau makan jagung rebus atau jagung bakar pasti enak sekali. Tapi karena tidak ada yang jual ya, mungkin lain kali saya bawa makanan ringan dari rumah saja. Ini baru pertama datang, jadi belum tahu,” kata Felix.
Menurut Felix, untuk memberdayakan masyarakat alangkah baiknya pemerintah memfasilitasi mereka untuk sekedar mendirikan lapak kecil sambil berjualan minuman hangat, atau jagung bakar. Selain itu, untuk menjamin lingkungan tetap terjaga kebersihannya, perlu diberi imbauan tidak membuang sampah sembarangan di sekitar lokasi swafoto.
“Kalau ada yang perlu ditambahkan, mungkin pedagang. Kalau bisa diambil dari masyarakat sekitar jalan osok saja. Mereka bisa jual jagung kah, atau kopi kah, pasti laris. Yang penting siapapun yang datang ke sini harus tahu diri, jangan datang bawa sampah. Perku dikasih tanda larangan buang sampah,” lanjut Felix. Dikatakan Felix, alangkah lebih baik lagi jika ada tong sampah yang disediakan. Sehingga dapat mempermudah pengunjung untuk tidak mengotori lokasi tersebut. (ayu)
















