SORONG – Jembatan Garuda yang dibangun Kodim 1802/Sorong di Jalan Petrochina, Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, akhirnya resmi digunakan masyarakat. Peresmian dilakukan langsung Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, dengan menggunting pita, didampingi Plt Sekda Kota Sorong Ruddy Laku, Ketua DPR Kota Sorong Jhon Lewerissa dan Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan, Jumat (28/8/2026).

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari perhatian TNI terhadap wilayah yang masih mengalami kendala akses transportasi darat. Menurutnya, pembangunan jembatan ini berawal dari kejadian bencana alam dahsyat di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara yang menyebabkan banyak akses jembatan terputus.
“Sehingga terlihatlah bahwa akses jembatan yang terputus itu benar-benar sangat vital. Sehingga akhirnya diperintah dari Bapak Presiden untuk membangun jembatan-jembatan, khususnya di daerah bencana tersebut,” kata Pangdam.
Pangdam menjelaskan, selain wilayah terdampak bencana, pemerintah juga memerintahkan agar wilayah lain di Indonesia yang masih mengalami keterbatasan akses jembatan turut diperhatikan. Sebab, keberadaan jembatan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Untuk Jembatan Garuda, Pangdam menyebut keberadaannya memberikan manfaat bagi sekitar 2.438 jiwa. Jembatan tersebut menjadi akses penghubung antara Kelurahan Klamana dan Kelurahan Klablim, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong. “Semoga ini dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Pangdam, manfaat penting lainnya adalah mendukung akses pendidikan. Jembatan tersebut menghubungkan masyarakat menuju sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SD YPPKK Moria Kota Sorong, SMP Negeri 3, SMP Negeri 7, SMK Negeri 3 Kota Sorong, Yayasan Yabmideori Kota Sorong dan Yayasan Cahaya Islam Papua.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, setiap kemudahan akses yang kita berikan kepada mereka untuk memperoleh pendidikan sesungguhnya merupakan investasi bagi masa depan bangsa dan masa depan Tanah Papua,” katanya.
Pangdam juga menilai jembatan tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat karena akses yang lebih lancar akan memudahkan pengangkutan barang, menjangkau pusat pelayanan serta membuka peluang peningkatan pendapatan. Selain itu, jembatan dapat menjadi akses penting dalam kondisi darurat, termasuk mempercepat mobilitas dan evakuasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Pangdam menambahkan, Kodam XVIII/Kasuari telah mendata sebanyak 145 jembatan yang menjadi prioritas pembangunan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Dari jumlah tersebut, 100 jembatan telah dikerjakan, dengan 98 jembatan telah selesai 100 persen dan dapat dioperasionalkan, sementara dua lainnya masih dalam tahap finishing di Kabupaten Pegunungan Arfak.
Pangdam berharap pembangunan Jembatan Garuda semakin memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat serta menjadi bukti nyata kolaborasi dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Sementara itu, Plt Sekda Kota Sorong Ruddy Laku menyampaikan apresiasi kepada TNI atas pembangunan Jembatan Garuda yang dinilainya sangat dibutuhkan masyarakat Klamana.
Ruddy mengatakan jembatan bukan hanya menjadi bangunan fisik penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol persatuan serta sarana untuk meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan tulus kepada TNI, dalam hal ini Panglima dan Panglima Kodam XVIII/Kasuari serta Pak Danrem 181 serta Pak Dandim 1802 yang sudah melihat akan kebutuhan masyarakat pada saat ini dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ruddy.
Ruddy berharap masyarakat Kelurahan Klamana dapat menjaga dan memelihara jembatan tersebut dengan baik.
Hal senada disampaikan Ketua RT 05/RW 04 Kelurahan Klamana, Usman Syawal Sangaji. Ia mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XVIII/Kasuari, Danrem 181/Praja Vira Tama, Dandim 1802/Sorong, Danramil 01/Sorong Kota serta Presiden RI Prabowo Subianto.
Usman menceritakan, sebelum Jembatan Garuda dibangun, masyarakat hanya menggunakan batang kayu kelapa sebagai jembatan darurat. Kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama ketika air pasang. Bahkan, pernah seorang anak yang hendak pergi sekolah terjatuh saat melintasi jembatan darurat tersebut. Beruntung, anak itu tersangkut pada dua batang kayu sehingga tidak jatuh ke air pasang. “Penderitaan kami selama bertahun-tahun, tapi dengan kehadiran bapak-bapak yang Tuhan anugerahkan, sehingga hari ini kami dapat menikmati,” katanya.
Peresmian tersebut turut dihadiri Danrem 181/Praja Vira Tama (PVT) Sorong Brigjen TNI Slamet Riadi dan Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Nehemia Urim Perdana dan jajarannya.(zia)














