SORONG-Klinik Pratama TEHIT Medika terus melakukan terobosan transformatif dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Sorong, Papua Barat Daya. Melalui program inovasi unggulan bernama Pelayanan Kesehatan Komunitas (Pelkeskom), klinik yang berlokasi di Jalan F. Kalasuat ini secara aktif mengubah paradigma lama pelayanan medis formal. Mengusung filosofi proaktif, mereka kini bergerak melakukan aksi “jemput bola” guna menjamin hak layanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan sepenuhnya gratis bagi para peserta BPJS Kesehatan.

Penyelenggaraan jaminan kesehatan masyarakat sering kali diperhadapkan pada kendala aksesibilitas dan pemenuhan kualitas fasilitas bagi masyarakat strata bawah. Menjawab tantangan tersebut, penanggung jawab Klinik Pratama Tehit Medika, drg. Ronald Tapilatu, M.MKes., menegaskan komitmen institusinya untuk mengikis stigma negatif terhadap layanan jaminan pemerintah.
Dikatakan drg.Ronald, Sejak didirikan pada tahun 2022, Klinik Tehit Medika secara berkala merumuskan skema operasional yang efisien guna memfasilitasi kebutuhan medis komunitas terdaftar. “Melalui terobosan Pelkeskom, petugas kesehatan secara terjadwal mendatangi titik-titik kumpul komunitas, instansi, maupun perusahaan untuk menyelenggarakan kendali mutu kesehatan berkala tanpa memungut biaya sepeser pun,” katanya.
Kemudian, drg. Ronald Tapilatu meluruskan kekeliruan asumsi kolektif masyarakat seputar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) BPJS. Ia menekankan bahwa kualitas penanganan pasien sama sekali tidak ditentukan oleh penggolongan iuran ataupun subsidi negara.
“Kami di Klinik Tehit Medika tidak pernah membeda-bedakan pasien. Mau dia BPJS, mau tidak, semua mendapat sarana fasilitas yang sama. Sekalipun kelasnya kelas tiga, perlakuan yang kami berikan tetap setara. Mindset-nya sudah diubah ke paradigma sehat. Klinik itu menurut saya berhasil kalau kliniknya sepi, artinya peserta BPJS-nya tidak ada yang datang berobat karena semuanya sudah sehat walafiat,” kata drg. Ronald Tapilatu, M.MKes.
Menurutnya, Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat lebih dari 1.400 peserta jaminan kesehatan nasional telah memercayakan FKTP mereka di bawah naungan Klinik Tehit Medika.”Ada 4 hingga 5 komunitas aktif di bawah pendampingan Pelkeskom, dengan agenda kunjungan pemeriksaan berkala yang dijadwalkan secara fleksibel setiap satu, tiga, hingga enam bulan sekali sesuai kesepakatan komunitas,” katanya.
Dijelaskan pria berkacamata itu bahwa Salah satu hambatan klasik dalam pemanfaatan jaminan sosial adalah rumitnya prosedur antrean obat dan kepastian pelayanan dokter. Menghilangkan pola birokrasi konvensional tersebut, Klinik Tehit Medika mengintegrasikan operasional mereka secara penuh dengan platform Mobile JKN. “Melalui digitalisasi ini, pasien dapat memprediksi waktu kehadiran, menentukan pilihan dokter umum maupun dokter gigi yang bertugas, hingga memantau nomor antrean medis secara real-time dari kediaman masing-masing,” katanya.
Lanjutnya bahwa Tidak hanya dari segi manajemen waktu, keunggulan mutlak yang ditawarkan klinik ini terletak pada luasnya jangkauan penanganan medis dasar gratis yang umumnya memerlukan biaya tambahan di fasilitas swasta lain. “Penanganan kedaruratan serta perawatan mulut seperti pembersihan karang gigi (scaling), pencabutan, dan penambalan gigi dapat diklaim secara penuh oleh peserta jaminan selama hal tersebut berada dalam koridor penanganan medis operasional,” katanya.
Adapun Paket Manfaat Plus Program Pelkeskom (Per 1 Tahun Sekali. Pemeriksaan panel darah besar secara menyeluruh gratis guna deteksi dini penyakit kronis. Skrining komprehensif faktor risiko penyakit ginjal, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes melitus. Sistem rujukan satu pintu terintegrasi (Online) langsung menuju rumah sakit tujuan tanpa birokrasi berbelit.
drg.Ronald menambahkan bahwa Guna memaksimalkan keterjangkauan pelayanan di tengah tingginya dinamika aktivitas masyarakat perkotaan, Klinik Pratama Tehit Medika memberlakukan jam operasional bercabang yang fleksibel. Jadwal operasional terbagi atas sesi pagi (pukul 09.00 s.d. 13.00 WIT) serta sesi sore hingga malam hari (pukul 17.00 s.d. 21.00 WIT). Fleksibilitas ini secara efektif memecah kepadatan antrean, sekaligus memberikan keleluasaan penuh bagi pekerja kantor maupun wiraswasta untuk tetap mendapatkan hak pengobatan mereka.”Disini ada Dokter Umum Aktif, 3 Dokter Gigi Aktif, beserta jajaran paramedis pendukung,” katanya.
Dengan motto pelayanan yang humanis, kata drg.Ronald bahwa Klinik Pratama Tehit Medika tidak hanya memosisikan diri sebagai tempat pengobatan orang sakit, melainkan mitra strategis komunitas masyarakat dalam mempertahankan derajat kesehatan optimal.
Inovasi Pelkeskom di Sorong ini diharapkan mampu menjadi pemantik standarisasi baru bagi model pelayanan FKTP BPJS Kesehatan di seluruh wilayah tanah Papua Barat Daya.
Di Klinik ini juga terdapat mini cafe yang dapat memanjakan para peserta yang sedang menunggu waktu pemeriksaan.(zia)













