SORONG – David Hehanussa resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Sorong periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Sorong, Kamis (16/7).

Ketua termuda dalam sejarah kepemimpinan Golkar Kota Sorong ini langsung menegaskan komitmennya membenahi mesin partai melalui penguatan kaderisasi dan melibatkan lebih banyak generasi muda.
Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Sorong menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030. Dalam forum tersebut, David Hehanussa dipercaya menakhodai Partai Golkar Kota Sorong.
Usai terpilih, David menegaskan prioritas utamanya adalah memperkuat mesin partai dengan mengaktifkan kader-kader yang memiliki semangat membangun organisasi.”Kita akan fokus ke penggerak partai, karena mesin partai itu perlu. Mesin partai dan penggeraknya berasal dari kader-kader sendiri. Kita akan memfokuskan kepada kader yang aktif, yang masih kuat, masih semangat, dan benar-benar fokus membesarkan Partai Golkar,” ujarnya.
Menghadapi agenda politik 2029, David memastikan Partai Golkar Kota Sorong akan tetap menjalankan arahan organisasi secara tegak lurus dari DPP hingga DPD Provinsi. Menurutnya, Golkar akan terus mengawal aspirasi masyarakat melalui wakil-wakilnya di DPR.
“Sebagai partai pemenang, kita tetap fokus mengawal aspirasi rakyat sesuai visi dan misi Partai Golkar. Kita juga tidak akan lepas dari provinsi maupun pusat. Semua harus berjalan tegak lurus dengan kebijakan partai,” katanya.
Terkait pembenahan internal, David menegaskan penyusunan kepengurusan baru tidak dilakukan secara sepihak. Ia akan bekerja bersama tim formatur yang terdiri dari unsur senior Partai Golkar serta perwakilan DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya.
“Saya sebagai ketua tidak memiliki kewenangan penuh mengganti seluruh struktur. Nanti akan dibahas bersama tim formatur yang juga melibatkan para senior. Setelah itu baru kita eksekusi hasil pembahasannya,” jelasnya.
Sebagai ketua termuda yang memimpin Golkar Kota Sorong, David ingin membawa semangat baru tanpa meninggalkan peran para senior yang telah membesarkan partai.Pria berkacamata ini menargetkan lahirnya 1.000 kader muda sebagai kekuatan baru Golkar Kota Sorong melalui program kaderisasi yang terarah, pendidikan politik, serta pelatihan kepemimpinan.
“Ini sejarah di Partai Golkar Kota Sorong, pertama kalinya dipimpin oleh yang muda. Karena itu kita fokus pada penggerak partai. Target kita adalah 1.000 kader muda di Kota Sorong. Kita akan fokus pada kaderisasi, pelatihan kepemimpinan, dan mengkaji berbagai persoalan masyarakat sehingga kader Golkar hadir dengan solusi,” ungkapnya.
David menambahkan, semangat muda bukan berarti mengesampingkan pengalaman para senior. Sebaliknya, kepemimpinannya akan mengedepankan kolaborasi antara generasi muda dan tokoh-tokoh senior Partai Golkar.
“Semangat baru sudah pasti ada karena semangat muda. Yang muda bukan berarti lemah. Yang muda punya sistem baru dan kekuatan baru, tetapi kami tidak melupakan para senior. Kami tetap meminta arahan, pengalaman, dan dukungan mereka. Mesin penggerak partai memang anak-anak muda, tetapi senior tetap menjadi tempat kami belajar,” tegasnya.
David juga mengajak seluruh kader untuk kembali bersatu pasca-Musda dan bersama-sama membangun Partai Golkar menjadi organisasi yang semakin solid dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan. Menurutnya, dukungan para senior menjadi modal penting untuk memperkuat kaderisasi dan menjaga soliditas partai di Kota Sorong.(zia)















