SORONG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Sorong menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) VI sebagai forum konsolidasi organisasi sekaligus memilih ketua DPD untuk masa bakti 2025–2030. MUSDA VI juga menjadi bagian dari percepatan konsolidasi Partai Golkar di Papua Barat Daya menjelang penataan kepengurusan hingga tingkat distrik dan kelurahan.

Kegiatan MUSDA VI digelar di Drey Kinder Kota Sorong, Kamis (16/7/2026).

Ketua Panitia Musda VI DPD Partai Golkar Kota Sorong, Agata Ure Wukak, mengatakan pelaksanaan Musda mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar Nomor Juklak-02/DPP/Golkar/IV/2025, keputusan pleno DPD Partai Golkar Papua Barat Daya, serta keputusan DPD Partai Golkar Kota Sorong mengenai pembentukan panitia penyelenggara.
Menurut Agata, Musda bertujuan mengevaluasi kepengurusan periode sebelumnya, menyusun program kerja strategis lima tahun ke depan, memilih Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong periode 2025–2030 secara demokratis, terbuka dan bermartabat, serta memperkuat konsolidasi partai hingga tingkat distrik dan kelurahan.
“Mari Kita Kawal MUSDA ini dengan hati yang dingin dan kepala yang jernih Perbedaan pilihan dalam proses demokrasi adalah hal yang wajar, namun Persatuan dan Kebesaran Partai Golkar harus tetap menjadi Prioritas utama kita, Karena bagi kita Suara Rakyat adalah Suara Golkar,” katanya.
Dikatakan juga bahwa Musda diikuti oleh 10 Pimpinan Distrik Partai Golkar se-Kota Sorong, jajaran DPD Partai Golkar Papua Barat Daya, DPD Partai Golkar Kota Sorong, serta organisasi sayap partai, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Pembiayaan kegiatan berasal dari bantuan dana pembinaan partai politik Pemerintah Kota Sorong serta kontribusi internal kader Partai Golkar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong, Max Hehanusa, menyampaikan Musda merupakan amanah organisasi yang bertujuan memastikan konsolidasi partai berjalan sesuai AD/ART. Ia menegaskan Musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja yang realistis, sekaligus memilih pemimpin baru yang mampu membawa kejayaan Partai Golkar di Kota Sorong.
Max mengajak seluruh peserta menggunakan hak dan kewajibannya secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi etika politik, serta mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan kelompok. Ia berharap Musda menghasilkan kepengurusan yang solid, memiliki komitmen kuat, dan mampu menjaga persatuan setelah proses pemilihan selesai.
“Perbedaan pendapat mungkin terjadi selama proses Musda, tetapi setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader wajib bersatu di bawah kepemimpinan yang baru demi membesarkan Partai Golkar,” ujarnya.

Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Daya, Septinus Lobat, yang membuka Musda VI secara resmi menekankan pentingnya menjaga soliditas partai. Ia meminta seluruh kader menerima hasil pemilihan dan bersama-sama membesarkan Partai Golkar di Kota Sorong dengan semangat “Golkar solid, rakyat maju” menuju kemenangan pada Pemilu 2029.
Septinus juga mengungkapkan bahwa Musda Kota Sorong menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi Partai Golkar di seluruh Papua Barat Daya. Setelah Kota Sorong, Musda akan dilaksanakan di Kabupaten Sorong pada 24 Juli, disusul Raja Ampat, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat dengan target seluruh proses konsolidasi tingkat kabupaten/kota rampung paling lambat 17 Agustus 2026.
Septinus yang juga sebagai Wali Kota Sorong ini menegaskan seluruh jajaran partai harus bergerak cepat karena waktu yang tersedia hanya dua bulan untuk menyelesaikan penataan organisasi hingga tingkat distrik, kelurahan, dan desa.
“Tantangan politik saat ini semakin besar dengan berkembangnya media sosial dan meningkatnya sikap kritis masyarakat, sehingga konsolidasi organisasi menjadi kunci memperkuat Partai Golkar menghadapi agenda politik mendatang,” pungkasnya.(zia)

















