• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 4 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, Dinas LH PBD Sasar Siswa SMKN 1 Kota Sorong

by REDAKSI
6 Juni 2026
in Metro Sorong
0
Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, Dinas LH PBD Sasar Siswa SMKN 1 Kota Sorong
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Kepsek SMKN 1 : Sosialisasi Dari Dinas Lingkungan Hidup Luar Biasa

SORONG– Mengusung tema “Saatnya Bekerja Untuk Iklim”, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, Jumat, 5 Juni 2026, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik Dengan Menggunakan Lalat BSF (Maggot)”  di SMK Negeri 1 Kota Sorong Papua Barat Daya.

Berita Terkait

Sinergi Tiga Pilar Pulihkan Ekosistem Pulau Kawei, 100 Reefstar dan 980 Mangrove Ditanam

Sinergi Tiga Pilar Pulihkan Ekosistem Pulau Kawei, 100 Reefstar dan 980 Mangrove Ditanam

3 Agustus 2026
12
Polresta Sorong Kota Tangkap Seorang Kurir Perempuan Pembawa 5,4 Kg Ganja

Polresta Sorong Kota Tangkap Seorang Kurir Perempuan Pembawa 5,4 Kg Ganja

30 Juli 2026
10
Polemik Pansus LHP BPK, Franky Umpain:Semua Diputuskan Lewat Forum Resmi

Polemik Pansus LHP BPK, Franky Umpain:Semua Diputuskan Lewat Forum Resmi

17 Juli 2026
34
Pose bersama usai kegiatan. (Rosmini/RadarSorong)

Diikuti sekitar 100 siswa, sosialisasi yang dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST, M.Si berlangsung lancar dan menarik perhatian para siswa. Terlebih saat menyampaikan materi sosialisasi, Kadis Julian Kelly Kambu kerap menyelingi dengan celetukan lucu yang membuat para siswa ketawa.

ADVERTISEMENT
Siswa antusias menyiman materi sosialisasi. (Rosmini/RadarSorong)

Menyampaikan pesan Sekjen PBB : “Bukan Pemanasan Global, Kini Era Bumi Mendidih”, kepada para siswa, Kadis LH PBD Julian Kelly Kambu menjelaskan gas metan, gas karbon sebagai pemicu pemanasan global.

“Gas karbon itu bersumber dari pembakaran, gas-gas kendaraan. Anak-anak dorang pakai kendaraan tidak?, tanya Kadis LH kepada para siswa. Lanjut dikatakan bahwa jika tidak tanam pohon di median jalan, di sekolah maka yang dihirup adalah gas karbon bukan oksigen. Gas karbon yang dihirup masuk ke paru-paru hingga akhirnya terancam terkena penyakit paru-paru.

Data terakhir di Kota Sorong, ada 1003 kasus paru. Paru-paru orang di Kota ini pada mau rusak karena tidak jaga lingkungan, tidak menanam pohon dengan baik,”ujarnya. Kadis LH menjelaskan adanya 3 krisis lingkungan yakni polusi, rusaknya segian besar keanekaragaman hayati dan perubahan iklim.

“Kenapa hari ini kita fokus dengan sampah, karena sampah organik yang kita buang itu menghasilkan gas metan, gas metan ini adalah gas rumah kaca. Gas rumah kaca ini menyebabkan menipisnya lapisan ozon. Gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global. Dari pemanaan global itu lah terjadi perubahan iklim.

Dan perubahan iklim itu menyebabkan banjir dimana-mana, longsor dimana-mana, kekeringan dimana-mana. Semua berasal dari perbuatan kita membuang sampah organik,”jelas Kelly Kambu.

Selain Kadis LH Papua Barat Daya, materi sosialisasi tentang pengelolaan sampah organik dengan menggunakan lalat BSF (maggot) disampaikan oleh Fendi, pengelola Maggot Kely yang berlokasi di Aimas Kabupaten Sorong.

“Lalat tantara hitam (BSF) kita dapatkan di alam. Lalat ini hidupnya tidak di sampah, biasa di pohon, Lalat ini tidak makan, kenapa dia tidak makan karena hidupnya hanya 1 minggu lebih,:”jelas Fendi.

Dalam hidupmya, lalat BSF hanya memproduksi telur maggot. Dalsm atu minggu itu yang jantan dia hanya untuk kawin, dan yang betina hanya untuk bertelur, setelah bertelur, lalat BSF ini mati,”terang Fendi.

Selanjutnya telur dari BSF itulah yang dikembangkan mengurai sampah organik. “Manfaat selain kita bisa membantu mengolah sampah organik jadi lebih bermanfaat, maggot ini mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, jadi bisa buat makanan ternak.

Ketika Fendi menanyakan siapa yang hobi beternak, ternuyata tidak ada siswa yang hobi jadi peternak.

Dikatakan bahwa dengan menggunakan maggot sebagai pakan ternak, hasil produksi lebih maksimal. Selain itu dari urain maggot juga menghasilkan pupuk organik yang dapat digunakan pada tumbuhan, sayiuran atau tanaman lainnya.

Dalam sosialiasi, Fendi juga menunjukkan maggot yang sudah dikeringkan dan biasa dijual di toko-toko pakan ternak. Menyimak penj”elasan bagaimana pengelolaan sampah dengan menggunakan maggot, para siswa tampak geli saat melihat maggot dipegang oleh Kadis LH Julian Kelly Kambu.

Antusias mengikuti materi sosialisasi, dalam sesi tanya jawab, dua siswa mengajukan pertanyaan, dimana salah satunya menanyakan apakah maggot itu aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia?, yang dijawab oleh Kadis Lingkungan Hidup Julian Kelly Kambu bahwa maggot hanya mengurai sisa-sisa makanan dan tidak mengandung unsur kimia, tidak ada racunnya sehingga aman bagi kesehatan manusia.

Terkait dengan kegiatan sosialisasi yang digelar di SMKN 1, Kadis Llingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu menjelaskannya tujuannya tidak lain sebagai uoaya untuj membentuk karakter, perilaku siswa sebagai generasi kedepan untuk menjaga lingkingan.

“Mereka harus tahu , paham bahwa sampah-sampah organik yang kita buang itu menghasilkan gas metan. Gas metan ini gas yang membuat lapisan ozon semakin menipis sehingga menimbulkan pemanasan global dan pemanasan global menimbulkan perubahan iklim, Dan perubahan iklim turun Dalma bentuk bencana ekologi. Banjir dimana-mana, kekeringan dimana-mana,”jelas Kelly Kambu.

Selain di SMKN 1, Kadis LH PBD mengatakan juga akan melaksanakan kegiatann sosialisasi di beberapa sekolah lainnya.

“Kami akan datangi sekolah-sekolah dan mulai dari SMKN 1. Kita sosialisasi bahwa tidak ada lagi sampah organik yang dibuang di lingkungan, ke badan air, ke tempat sampah tapi semua diolah untuk pakan ternak ikan, bebek, ayam, semua bisa dimanfaatkan. Dan kotoran dari maggot jadi pupuk NPK,”tandas Kelly Kambu.

ADVERTISEMENT

“Kami hari ini juga melakukan memberikan 500 bibit tanaman ke Hotel Aimas untuk melakukan penanaman di sana. Sebelumnya kami juga sudah melaksanakan sosialisasi ke masyarakat sekitar hutan mangrove, kita mengedukasi mereka. Dan kami akan melakukan penanaman 2.000 – 3.000 bibit pohon di median Jalan Kontainer. Kami akan melaksansakan gerakan bersama dan semua ini kami laporkan kepada Menteri Lingkungan Hidup,”imbuh Kelly Kambu.

Ditegaskannya bahwa gerakan menanam sudah biasa dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya. “Bukan karena Hari Lingkunga Hidup baru kami bergerak untuk menanam,”ucap Kelly Kambu.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Drs A.H.P Omposunggu, MM menilai sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya sangat luar biasa.

“Karena memang ujung tombak dari kegiatan penghijauan atau penyelamatan lingkungan adalah para siswa. Karena mereka ini yang nanti akan menghadapi banyak permasalahan kedepan. Jadi kami dari pihak sekolah sangat setuju, antusias dengan program Dinas Lingkungan Hidup yang datang ke sekolah-sekolah. Karena di sinilah mereka akan dibangkitkan lagi rasa cinta kepada lingkungan,”ujar Kepsek SMKN 1 Kota Sorong, Omposunggu.

Dalam sosialisasi, penanggungjawab Maggot Kely, Fendi menilai para siswa sangat antusias karena baru mengetahui yang namanya maggot.

“Sangat luar biasa kegiatan ini, mudah-mudahan kedepannya kegiatan ini akan berlanjut karena merupakan informasi baru khususnya di Provinsi Papua Barat Daya,”tandasnya. Sebagai kenang-kenangan, diakhir kegiatan sosialisasi, Kadis Lingkungan Hidup Kelly Kambu menyerahkan baju kaos kepada kepsek, perwakilan guru dan siswa yang menyampaikan pertanyaan. (ros)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Dua Remaja Ditangkap, Ditreskrimum Polda PBD Ungkap 18 Kasus Curanmor & 15 Motor Diamankan

Next Post

HUT ke-63 Korem 181/PVT, Danrem Dorong Pembinaan Atlet Lewat PRAVITA RUN

Related Posts

Sinergi Tiga Pilar Pulihkan Ekosistem Pulau Kawei, 100 Reefstar dan 980 Mangrove Ditanam
Metro Sorong

Sinergi Tiga Pilar Pulihkan Ekosistem Pulau Kawei, 100 Reefstar dan 980 Mangrove Ditanam

3 Agustus 2026
12
Polresta Sorong Kota Tangkap Seorang Kurir Perempuan Pembawa 5,4 Kg Ganja
Metro Sorong

Polresta Sorong Kota Tangkap Seorang Kurir Perempuan Pembawa 5,4 Kg Ganja

30 Juli 2026
10
Polemik Pansus LHP BPK, Franky Umpain:Semua Diputuskan Lewat Forum Resmi
Metro Sorong

Polemik Pansus LHP BPK, Franky Umpain:Semua Diputuskan Lewat Forum Resmi

17 Juli 2026
34
Musda VI Golkar Kota Sorong Lancar, Yanto Bosawer : Semua Tahapan Sesuai AD/ART
Metro Sorong

Musda VI Golkar Kota Sorong Lancar, Yanto Bosawer : Semua Tahapan Sesuai AD/ART

16 Juli 2026
30
Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Pembukaan Festival Rakyat 2026
Metro Sorong

Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Pembukaan Festival Rakyat 2026

14 Juli 2026
7
Rayakan HUT IBI Ke-75, Kadis Kesehatan:Bidan Ujung Tombak Penanganan Stunting
Metro Sorong

Rayakan HUT IBI Ke-75, Kadis Kesehatan:Bidan Ujung Tombak Penanganan Stunting

14 Juli 2026
41
Next Post
HUT ke-63 Korem 181/PVT, Danrem Dorong Pembinaan Atlet Lewat PRAVITA RUN

HUT ke-63 Korem 181/PVT, Danrem Dorong Pembinaan Atlet Lewat PRAVITA RUN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Sinergi Tiga Pilar Pulihkan Ekosistem Pulau Kawei, 100 Reefstar dan 980 Mangrove Ditanam

Sinergi Tiga Pilar Pulihkan Ekosistem Pulau Kawei, 100 Reefstar dan 980 Mangrove Ditanam

3 Agustus 2026
Isu Hoaks Pajak STNK & BBM Kosong Picu Panic Buying Warga, Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman di SPBU

Isu Hoaks Pajak STNK & BBM Kosong Picu Panic Buying Warga, Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman di SPBU

3 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!