SORONG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong terus mematangkan persiapan menghadapi penilaian akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar lomba kebersihan dan kerapihan ruangan serta lomba Dance Hand Hygiene (HH) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang melibatkan seluruh unit pelayanan di rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, drg. Susi P. Djitmau, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sesuai standar akreditasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, lomba kebersihan dan kerapihan ruangan dilaksanakan sejak Mei hingga Oktober 2026 untuk mendorong seluruh petugas menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan bersih. Sementara lomba Dance Hand Hygiene dan Bantuan Hidup Dasar digelar sebagai sarana evaluasi kemampuan petugas dalam pencegahan infeksi dan penanganan kegawatdaruratan.
“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk menjaga budaya kebersihan dan menerapkan standar pelayanan yang nantinya akan menjadi bagian dari penilaian akreditasi,” ujar drg. Susi.
Ia menjelaskan, kesiapan dokumen akreditasi saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen. Di sisi lain, pembenahan sarana dan prasarana rumah sakit juga sudah memasuki tahap akhir penyelesaian.
“Kami terus melakukan pembenahan di berbagai aspek. Selain dokumen dan sarana prasarana, kami juga fokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar seluruh petugas siap menghadapi proses akreditasi,” katanya.
Drg. Susi menambahkan, setiap masukan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Semua keluhan yang masuk menjadi masukan penting bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan,” tambahnya.
Dukungan terhadap persiapan akreditasi RSUD Sele Be Solu juga datang dari Pemerintah Kota Sorong. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas RSUD Sele Be Solu, Yowel Oktofianus Gifelem, ST, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai langkah yang dilakukan manajemen rumah sakit.
“Pemerintah Kota Sorong melalui Dewan Pengawas memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan status dan mutu pelayanan RSUD Sele Be Solu,” kata Yowel.
Ia menilai progres persiapan akreditasi yang telah mencapai sekitar 80 persen menunjukkan komitmen kuat seluruh jajaran rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Kami berharap menjelang penilaian pada November 2026 nanti, seluruh kesiapan dapat mencapai 100 persen sehingga standar operasional prosedur yang telah disusun benar-benar diterapkan dengan baik oleh seluruh petugas,” ujarnya.
Pada lomba kebersihan dan kerapihan ruangan periode Mei 2026, Ruang Asoka 1 berhasil meraih juara pertama dengan nilai 92,50, disusul Ruang Perinatologi dengan nilai 91,87 dan Poliklinik Interna 3 dengan nilai 91,25.
Sementara pada lomba Dance Hand Hygiene dan Bantuan Hidup Dasar, tim Emergency Tim Squad dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) keluar sebagai juara pertama dengan perolehan nilai 1.989. Posisi kedua diraih tim MBG dari Instalasi Gizi dengan nilai 1.976, sedangkan juara ketiga diraih tim Gemoy dari Ruang Teratai 1 dengan nilai 1.968.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim Akreditasi RSUD Sele Be Solu berharap dapat menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang tepat guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Kota Sorong.(zia)













