• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Sabtu, 3 Oktober 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Hashim Djojohadikusumo Minta Penggunaan Dana Otsus Harus Transparan

by REDAKSI
17 Januari 2026
in Berita Utama, Lintas Papua, Nasional, Nusantara, Papua Barat Daya
0
Hashim Djojohadikusumo Minta Penggunaan Dana Otsus Harus Transparan
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SORONG- Tampil sebagai keynot speaker pada Seminar Nasional bertajuk Membangun Indonesia Dari Timur yang digelar Partai Gerindra di Ballroom Vega Prime Hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (16/1/2026), Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo yang tak lain adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto, bicara blak-blakan tentang banyak hal termasuk tentang tuntutan keadilan.
Ditegaskan oleh Hashim Djojohadikusumo bahwa tuntutan keadilan bukan hanya ada di Papua, melainkan di Pulau Jawa juga ada, di Jakarta juga ada. “Dan kalau orang Papua menuntut keterwakilan, perhatian, saya mau sampaikan juga kepada para hadirin, terutama dari asli Papua, bahwa saya sering ke Kalimantan, dan di situ saya dengar rakyat Dayak juga minta perhatian. rakyat Dayak juga minta perhatian,” ujar Hashim yang juga Ketua Dewan Pembina DPP GEKIRA Partai Gerindra.
Dibandingkan dengan daerah lain, Hashim mengatakan, Papua masih ada beberapa perwakilan yang jadi menteri di Kabinet Prabowo, tapi sampai saat ini orang Dayak tidak pernah ada yang jadi menteri.
Karena adanya tuntutan, jeritan yang menuntut keadilan sosial maka Prabowo Subianto berjuang menjadi Presiden ke-8 dan akhirnya jadi. Berbagai program yang dilaksanakan itu untuk menjawab adanya tuntutan keadilan.
“Bahwa di dalam darah Prabowo, genetik Prabowo, genetik saya mengalir beberapa suku dan beberapa ras. Prabowo adalah bukti ras, bukti suku, ibunya dari Indonesia bagian Timur, dari Minahasa. Dimana orang Minahasa juga menuntut keadilan,” tandasnya.
Karena adanya tuntutan keadilan lanjut Hashim, terjadi pemberontakan. “Sebelum ada OPM ada Permesta, sebelum ada OPM ada PRRI, pada intinya menuntut keadilan untuk daerah. PRRI, Permesta tidak pernah minta pisah dari politik Indonesia melainkan tujuannya reformasi pemerintah dan salah satu tujuannya adalah otonomi daerah,” ucapnya.
Dari adanya tuntutan keadilan, Hashim secara blak-blakan mengatakan sejak adanya Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) 20 tahun lamanya, semestinya dinikmati oleh rakyat Papua terlebih pemerintah telah mengucurkan dana yang begitu besar untuk rakyat di Papua.
“Bahwa sejak 20 tahun dana dari pemerintah pusat yang dikirim ke Papua sudah lebih dari Rp 200 triliun. Ini angka, perkapita lebih besar yang dikirim ke Pulau Jawa. Rakyat Papua dapat lebih besar dari rakyat di Jawa, itu betul, itu fakta,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa kita semua harus secara jujur kembali perlu menganalisa dana Rp 200 triliun sudah dikucurkan tapi kenapa rakyat di Papua masih banyak yang belum sejahtera. “Coba dipikirkan,” tandasnya.
Dikatakan, dana Otsus yang telah bergulir 20 tahun lebih harus transparan dalam penggunaannya. Tanpa menuduh siapa oknum kepala daerah yang menyelewengkan dana Otsus, Hashim pun secara blak-blakan mengatakan sering ketemu oknum-oknum gubernur terdahulu di hotel paling mewah di Jakarta.
“Tinggal dimana? Tinggal di Presidential Suite yang paling mahal di Jakarta. Dan yang tinggal disitu siapa? Gubernur-gubernur dari Papua beserta stafnya. Saya diam, menteri-menteri dari kabinet manapun dari sekarang sampai dulu tidak
pernah tinggal di Presidential Suite. Tidak berani tinggal di Presidential Suite,” ujar Hashim Djojohadikusumo.
Saat menyampaikan aspirasi di penghujung kegiatan Seminar Nasional, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyanggah pernyataan Hashim hingga keduanya sempat ‘berbalas pantun’.
Gubernur Elisa Kambu mengatakan, membangun di Papua tidak bisa disamakan dengan membangun infrastruktur di Jawa, “Kita bangun jalan satu meter di sini itu Rp 5 juta belum cukup karena rawa, tebing harus kita belah,” ujar Elisa Kambu, karena itu untuk membangun di Papua tentunya butuh dana yang jauh lebih besar.
Hashim kemudian mengatakan, untuk dana Otsus yang sudah dikucurkan Rp 200 triliun, tidak pernah ada audit. “Pemerintah pusat tidak tahu uang itu dipakai untuk apa, ini jujur. Ini keluhan dari Presiden SBY, Jokowi dan Prabowo. Karena pimpinan-pimpinan daerah menolak audit terhadap dana Rp 200 triliun itu. Saya tidak bilang bapak, tapi para pendahulu bapak itu banyak yang menolak diaudit, pemerintah pusat tidak tahu uang itu kemana, jujur. Saya dengar sendiri dari pimpinan negara,” ujarnya.
Hashim pun berharap kepada Gubernur PBD Elisa Kambu untuk menyampaikan kepada kepala daerah lainnya dimana pemerintah pusat minta agar dalam penggunaan dana transparan seperti daerah-daerah lainnya. “Kita jujur saja ya pak, pemerintah pusat sampai sekarang tidak tahu dana itu dipakai untuk apa, dipakai untuk jalan, jembatan, pemerintah pusat tidak tahu,” tandas Hashim.
Menanggapi pernyataan Hashim Djojohadikusumo, Gubernur Elisa Kambu mengatakan, dirinya yang mantan Bupati Asmat dua periode, juga pernah menjabat Sekda dan Inspektur dimana dirinya dan para kepala daerah lainnya bekerja ada aturan.
“Tiap tahun kita diaudit oleh BPK, jadi saya pikir tidak semua daerah digeneralisir seperti itu. Ya kalau memang ada masalah, kepala daerah bersangkutan harus jelas, atau daerah ini saja, jangan Papua secara keseluruhan. Ini juga jadi masalah, karena spirit kita sama-sama ingin negeri yang kita cintai ini kita rawat sama-sama, kita maju sama-sama. Jadi tidak bisa digeneralisir, tidak semua daerah melakukan hal seperti itu,” ujar Elisa Kambu.
Ia kemudian mengatakan bahwa “kita kan diaudit setiap tahun. BPK yang audit, kalau BPK tidak benar berarti BPK yang salah,”ujar Elisa Kambu yang disahut peserta seminar “betuul,”.
Kepada Hashim, Gubernur PBD, Elisa Kambu menyampaikan 4 point aspirasi. Salah satunya minta kepada pemerintah pusat untuk mengembalikan 3 pulau di Raja Ampat yang dicaplok Provinsi Maluku Utara.
Rangkaian acara Seminar Nasional diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber dan moderator.
Seperti diketahui dengan mengusung tema “Membangun Indonesia Dari Timur” dan Sub Tema “Strategi Percepatan Program Prioritas Presiden Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Ketua Umum yang diwakili Sekjen DPP GEKIRA (Gerakan Kristiani Indonesia Raya) Jeremias Dun membuka Seminar Nasional di Ballroom Antares Vega Prime Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat pagi (17/1/2026).
Pembukaan Seminar Nasional yang ditandai dengan penabuhan tifa dihadiri Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu yang sekaligus sebagai Ketua Panitia, Ketua DPD Gerindra PBD, Oktasari Sabil, dan Ketua TP PKK PBD Ny. Orpa Susana Kambu, Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, Ketua DPR PBD, Ortis Sagrim, Bupati Manokwari, Hermus Indou, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, Wakil Wali Kota Sorong, H. Ansar Karim, anggota BP3OKP, Otto Ihalauw dan sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Dengan dipandu MC Yuda Wibawa dan moderator, Celsi, seminar nasional diawali dengan tampilnya narasumber Arsyad dari Kementerian PU yang diantaranya menjelaskan tentang pembangunan infrastruktur PU 2025-2029.
Dalam pembangunan infrastruktur PU disebutkan ada 5 yang jadi perhatian yakni sistem pertahanan dan swasembada pangan, energi dan air. Pengembangan infrastruktur dan lapangan kerja berkualitas, penguatan pembangunan SDM, pemerataan ekonomi dan pembangunan dari desa serta kehidupan harmonis dengan lingkungan dan budaya.
Seminar dilanjutkan dengan narasumber kedua, Fary Djemy Francis, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam. Kepada peserta seminar, Fary Djemy Francis mengatakan 3 hal yang jadi kunci memajukan ekonomi daerah yakni kepastian, kecepatan dan kepercayaan.
Ia mengatakan, dari luas wilayah, Batam tidak luas bahkan jauh dari luas wilayah di Papua namun perekonomian maju pesat, hal itu karena pemerintah setempat komitmen dalam menerapkan “Segitiga Investasi Berkelanjutan”.
Pada sesi tanya jawab, suasana berlangsung seru dan penuh dinamika, dimana peserta seminar khususnya para pejabat daerah menyampaikan sejumlah persoalan diantaranya terkait efisiensi anggaran.
Usai Seminar Nasional dilanjutkan dengan Perayaan Natal Nasional Partai Gerindra yang digelar di Aimas Convention Center (ACC) Aimas Kabupaten Sorong, Sabtu (17/1/2026). Terkait dengan hajatan Partai Gerindra di provinsi ke-38 ini, puluhan pengurus DPP Gerindra hadir di Kota Sorong mendampingi Hashim Djojohadikusumo.
Turut hadir Menteri HAM RI, Natalius Pigai, yang diminta Hashim agar sering-sering berkunjung ke Papua.(ros/akh)

Berita Terkait

SPPG 3T Diresmikan, Makanan Bergizi Hadir hingga Pelosok Papua Barat Daya

SPPG 3T Diresmikan, Makanan Bergizi Hadir hingga Pelosok Papua Barat Daya

2 Oktober 2026
9
Anak Sorong jadi Wakil Menteri Keuangan

Anak Sorong jadi Wakil Menteri Keuangan

2 Oktober 2026
904
TB Anak di Papua Barat Daya Jadi Perhatian, Pemprov PBD dan UNICEF Perkuat Penanganan Eliminasi

TB Anak di Papua Barat Daya Jadi Perhatian, Pemprov PBD dan UNICEF Perkuat Penanganan Eliminasi

1 Oktober 2026
20
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sekolah Kalam Kudus Indonesia Cabang Sorong Beberkan Kronologi Kasus Siswa MKA

Next Post

Natal Nasional Partai Gerindra di Papua Barat Daya Dihadiri 7000 Orang

Related Posts

SPPG 3T Diresmikan, Makanan Bergizi Hadir hingga Pelosok Papua Barat Daya
Nusantara

SPPG 3T Diresmikan, Makanan Bergizi Hadir hingga Pelosok Papua Barat Daya

2 Oktober 2026
9
Anak Sorong jadi Wakil Menteri Keuangan
Nasional

Anak Sorong jadi Wakil Menteri Keuangan

2 Oktober 2026
904
TB Anak di Papua Barat Daya Jadi Perhatian, Pemprov PBD dan UNICEF Perkuat Penanganan Eliminasi
Papua Barat Daya

TB Anak di Papua Barat Daya Jadi Perhatian, Pemprov PBD dan UNICEF Perkuat Penanganan Eliminasi

1 Oktober 2026
20
Wakapolda Papua Barat Daya Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Papua Barat Daya

Wakapolda Papua Barat Daya Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2026
12
Papua Barat Daya Raih Terbaik Pertama Apresiasi Kemendagri Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri
Nasional

Papua Barat Daya Raih Terbaik Pertama Apresiasi Kemendagri Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri

29 September 2026
95
Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya
Berita Utama

Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya

27 September 2026
171
Next Post

Natal Nasional Partai Gerindra di Papua Barat Daya Dihadiri 7000 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

11 Marga di Salawati Tuntut Ganti Rugi Lahan Adat yang Digunakan PT Petrogas

11 Marga di Salawati Tuntut Ganti Rugi Lahan Adat yang Digunakan PT Petrogas

2 Oktober 2026
Pemberitaan Tak Dikonfirmasi, Kasatpol PP Raja Ampat Akui Sempat Hubungi Wartawan dengan Nada Keras

Pemberitaan Tak Dikonfirmasi, Kasatpol PP Raja Ampat Akui Sempat Hubungi Wartawan dengan Nada Keras

2 Oktober 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!