
SORONG– Paska kejadian demo di Kota Sorong yang berujung anarkis pada Rabu, tanggal 27 Agustus 2025, Gubernur Elisa Kambu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala-kepala suku, menggelar pertemuan di Aula Korem 181/PVT Sorong, Kamis (28/8).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahmi untuk menyatukan persepsi antar pemangku kepentingan demi menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan yang merata di Papua Barat Daya.
“Pembangunan di Papua Barat Daya harus berlangsung merata. Karena itu, semua pihak memiliki peran penting, baik tokoh masyarakat yang berpengaruh di akar rumput, pemerintah daerah, kepolisian, PMI, maupun elemen lainnya. Kita semua bertanggung jawab menjaga kedamaian di Papua Barat Daya demi kebaikan bersama,” kata Gubernur Elisa.
Gubernur menambahkan bahwa tidak ada agenda khusus yang dibahas, melainkan lebih pada memperkuat sinergi dan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai forum untuk meredam ketegangan pasca peristiwa kericuhan yang terjadi di Kota Sorong. Gubernur Kambu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.
“Saat ini kondisi sudah aman, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo menyatakan bahwa situasi di wilayahnya tetap kondusif.
Kapolda menjelaskan bahwa kehadiran personel BKO yang ditugaskan untuk memperkuat keamanan justru mendapatkan sambutan baik dan dukungan dari masyarakat.“Kami akan melakukan evaluasi dalam beberapa hari ke depan. Jika kondisi tetap stabil dan aman, maka personel BKO akan kami tarik kembali ke satuan asal mereka,” ujar Kapolda Gatot.
Terkait dengan penangkapan sejumlah massa dalam insiden kemarin, Kapolda menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Pemeriksaan mendalam sedang dilakukan oleh Polres, dan apabila ada pihak yang terbukti bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Untuk kasus kerusakan fasilitas, penyelidikan masih berlangsung oleh penyidik Polres,” tambahnya.
Komandan Korem 181/PVT Sorong Brigjen TNI Totok Sutriono menyampaikan pentingnya kekompakan lintas elemen dalam menjaga ketertiban dan keamanan daerah, khususnya pasca kejadian yang meresahkan masyarakat.
“Kami dari jajaran TNI siap mendukung langkah-langkah damai yang diambil pemerintah daerah dan kepolisian. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh adat dan masyarakat,” ujar Brigjen Totok.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen bersama seluruh elemen di Papua Barat Daya untuk menjaga kedamaian, mempererat persatuan, dan mendorong pembangunan yang inklusif demi kesejahteraan masyarakat.(zia)















