MANOKWARI- Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2023 Provinsi Papua Barat mengalami kenaikan, sebaliknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja pada Agustus 2023 turun. Kepala BPS (Badan Pusat Stastik) Provinsi Papua Barat Ir. Merry menyampaikan hal ini pada realese secara online, Senin (6/11/2023).
Kepala BPS menjabarkan, komposisi angkatan kerja pada Agustus 2023 terdiri dari 560.883 orang penduduk yang bekerja dan 31.919 orang pengangguran. Apabila dibanding Agustus 2022 terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 77.432 orang.
“Penduduk bekerja mengalami peningkatan sebanyak 73.178 orang dan pengangguran naik sebanyak 4.254 orang,” beber mantan Kepala BPS Sorong ini.
Sedangkan berdasarkan jam kerja, lanjut Merry, sebagian penduduk bekerja sebagai pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam perminggu) sebesar 67,15 persen pada Agustus 2023. Sementara 32,85 persen merupakan pekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu). “Pekerja tidak penuh mengalami peningkatan sebesar 8,69 persen poin dibandingkan Agustus 2023,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan Kepala BPS, TPT Agustus 2023 sebesar 5,38 naik 0,01 persen dibanding Agustus 2022. Dan TPAK Agustus 2023 sebesar 67,24 persen atau turun 1,32 persen poin dibanding Agustus 2022. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 79,21 persen, lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan yang sebesar 53,82 persen.
“Sebanyak 328.398 orang (58,55 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 1,73 persen poin dibanding Agustus 2022,” sambungnya.
Pada kesempatan ini, BPS juga merilis data pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat triwulan II-2023. Perekonomian Papua Barat triwulan ll-2023 terhadap triwulan l-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 1,34 persen. Sampai triwulan lll-2023 ekonomi Papua Barat alami pertumbuhan sebesar 3,26 persen.(lm)















