Undangan dan Masyarakat Dibuat Takjub Demontrasi Prajurit TNI

Komandan Koramil Aimas Dapat Penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya

SORONG – Peringatan HUT TNI ke-78 di Sorong dipusatkan di Alun-alun Aimas Kabupaten Sorong dengan Inspektur Upacara Panglima Komando Armada III Laksda TNI Rachmad Jayadi.

  Peringatan kali ini berlangsung semarak dan memukau undangan maupun penonton.

Sejumlah undangan tampak hadir seperti PJ Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili PJ Sekda Ir. Edison Siagian, ME, PJ Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu, PJ Walikota Sorong Septinus Lobat, SH, M.PA, Wakil Bupati Sorong Selatan Drs. Alfons Sesa, MM, Wakil Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam, S.IP, MM, M.Ec.Dev, Asisten 1 Setda Kabupaten Sorong Adi Bramantyo, S.IP, M.Si mewakili PJ Bupati Sorong Yan Piet Mosso. Serta perwakilan dari Kabupaten Tambrauw.

Sejumlah pejabat saat pose pada rangkaian peringatan HUT TNI ke-78 di Alun-Alun Aimas Kabupaten Sorong.

Sedangkan dari jajaran TNI hadir Danrem 181 PVT Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan, S.Sos, M.Si, Kepala Staf Koarmada III Laksma TNI Singgih Sugiarto, S.T, M.Si,  Dan Lantamal XIV Laksma TNI Dedy Prasetyo, Danpasmar 3 Brigjen TNI Mar. Sugianto, Kapoksahli Koarmada III Laksma TNI Ridwan Prawira, ST.M.Han, Dandim seluruh Papua Barat Daya, serta Kapolres. Juga terlihat ketua-ketua DPRD Kabupaten dan Kota, juga terlihat Ketua Ikaswara Papua Barat Daya Tupono dan Ketua KKSS Kota Sorong Syamsuddin Johan.

Dalam upacara tersebut dua perwira mendapat bintang jasa dari Presiden RI. Satu Komandan Koramil Aimas Kapten Inf. Harpin mendapat Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, dan Perwira KRI Nala Lettu Laut (P) Muhammad Aris, Padiv Bah Muat KRI Teluk Lada-521 Sartif Koarmada III dapat Bintang Nararya Jalasena.

  Usai upacara dilanjutkan sejumlah atraksi atau demontrasi dari Anggota Yonif RK 762/VYS, Marinir dan Prajurit Koarmada III.  Atraksi ini sangat memukau undangan dan penonton terutama kolone senjata dari  Koarmada III dan pembebasan sandera oleh prajurit Yonif RK 762/VYS.

Atraksi dari prajurit Marinir yang baru satu tahun bertugas  juga tidak kalah menariknya.

Acara dilanjutkan dengan defile pasukan serta peralatan yang dimiliki TNI dan Polri. Seperti kendaraan tempur, perpustakaan keliling, mobil jihandak, mobil gegana, serta sejumlah kendaraan lainnya.

  Dalam defile pasukan setidaknya ada 10 barisan prajurit TNI yang dengan langkah tegap melewati podium dan memberikan penghormatan kepada Pangkoarmada III dan pejabat lainnya. 

 Yang juga tak kalah menariknya, dalam puncak peringatan HUT TNI ke-78 yang mengusung tema “TNI Patriot NKRI : Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju” dibanjiri hadiah kue ulang tahun yang dipersembahkan oleh jajaran Polri baik dari unit satuan di Polres Sorong Kota maupun dari Polres Sorong.

  Jajaran Polri begitu happy saat menyerahkan hadiah kue Ultah kepada TNI. Selain kue ultah yang berjumlah sekitar 10 buah, juga ada hadiah tumpeng dengan aneka lauk pauknya.

  Panglima Koarmada  (Pangkoarmada) Laksamana Muda (Laksda) TNI Rachmad Jayadi dalam jumpa pers usai rangkaian acara peringatan HUT TNI ke-78 terlihat sangat bahagia dimana sinergitas TNI-Polri dan masyarakat benar-benar dapat diwujudkan dalam momen peringatan HUT TNI ke-78.

 Terkait dengan upaya menangkal radikalisme di era digitalisasi saat ini, Pangkoarmada menghimbau agar jajaran TNI agar setiap informasi yang dianggap rawan bagi keselamatan, keutuhan bangsa ini, maka semestinya dicek dulu kebenarannya, bila perlu dikeep sebelum ada perintah dari pimpinan.

  Menunjukkan bahwa TNI selalu bersama rakyat, terlihat dalam defile alutsista, dimana sejumlah kendaraan seperti mobil gegana dan lainnya yang ikut dalam defile, ada masyarakat  didalamnya, sehingga kebersamaan TNI dan rakyat akan selalu terjaga sampai kapan pun juga.

Pemeriksaan pasukan pada rangkaian peringatan HUT TNI ke-78 di Alun-Alun Aimas Kabupaten Sorong.
Kendaraaan Jihandak Yonzipur saat parade kendaraan pada rangkaian peringatan HUT TNI ke-78 di Alun-Alun Aimas Kabupaten Sorong.

Panglima Minta Prajurit TNI Jangan Terlena

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono berpesan agar prajurit TNI jangan terlena dan harus lebih sigap menghadapi dinamika Bangsa Indonesia saat ini.

  Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi pada upacara dalam rangka HUT ke-78 TNI di Alun-alun Aimas Rabu (5/10/2023) mengatakan bahwa, TNI telah hadir menjalankan amanah sebagai garda terdepan dan benteng terakhir terhadap berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan bagi kedaulatan NKRI selama 78 tahun.

  “Berdasar hasil survey dari sejumlah lembaga survey di tanah air, TNI telah mendapat kepercayaan masyarakat yang tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit TNI atas dedikasi, loyalitas dan profesionalisme yang telah ditunjukkan prajurit selama ini,” terangnya.

  Disampaikan pula bahwa, terlepas dari kepercayaan masyarakat dan prestasi yang diraih, TNI tidak boleh terlena karena beragam tantangan yang sedang dan akan dihadapi bangsa ini tidak lah ringan.”Setelah pandemi Covid 19 mereda, dunia saat ini sedang berusaha memulihkan diri dari krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial. Situasi geopolitik dan ekonomi dipenuhi dengan ketidakpastian akibat konflik dan krisis di berbagai belahan dunia. Di lingkup nasional beragam potensi ancaman juga semakin komplek, untuk itu momentum hari ulang tahun ke-78 TNI harus kita jadikan sebagai bahan introspeksi untuk berbenah, demi mewujudkan TNI yang profesional modern dan tangguh,” tegasnya.

 Dikatakan bahwa, Peringatan HUT ke-78 TNI mengusung tema TNI Patriot NKRI,

Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju. Tema ini mengandung makna bahwa kekuatan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh komponen bangsa lainnya dalam mengawal demokrasi untuk wujudkan bangsa yang berdaulat, mandiri, maju dan sejahtera.

  “Tema ini kita angkat karena salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam waktu dekat adalah Pemilu serentak tahun 2024, di mana akan dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota legislatif, dan pemilihan kepala daerah serentak pada 548 daerah (38 provinsi, 415 kabupaten, dan 98 kotamadya).  Kelancaran dan kesuksesan agenda pesta demokrasi tersebut akan sangat menentukan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara kedepan. Untuk menyikapi kondisi tersebut prajurit TNI dituntut betul-betul peka dan antisipatif terhadap dinamika dan perkembangan situasi bangsa. TNI berkomitmen untuk menjamin keamanan dan kelancaran dalam pelaksanaan pemilu yang aman, damai dan sejuk,” ungkapnya.(akh/ros)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!