


SORONG – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Kelurahan Berencana (KB) Provinsi Papua Barat Daya melakukan Sosialisasi Penumbuhan dan Peningkatan Kesadaran Keluarga Dalam Keterlibatan, Perencanaan Menuju Keluarga Berkualitas.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Kampung Baru Kota Sorong, Jumat (15/9).
Sosialisasi secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Barat Daya Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan George Yarangga,A.Pi.MM didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Dr.Naomi Netty Howay, SKM,MKes, dengan memukul tifa sebanyak tiga kali.
“Keluarga berperan penting dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas dan tentu sangat menentukan kualitas bangsa. Oleh karena itu pembentukan keluarga harus direncanakan di mulai dari usia menikah, mantap dalam ekonomi,” katanya.
“Dalam hal ini calon kepala keluarga sudah ada penghasilan yang tetap, serta perencanaan jumlah anak dalam keluarga dan perencanaan masa depan anak,” sambungnya.
Dikatakan bahwa Setiap keluarga diharapkan dapat menjalankan 8 pilar atau fungsi Keluarga secara optimal, yang harus dipastikan berjalan dengan baik pada setiap keluarga, yakni fungsi Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan.
“Harapan kedepan dengan adanya program ini akan menyiapkan anggota keluarga untuk menjadi insan yang berkualitas. Dengan kualitas tentunya keluarga mampu memberikan peran yang baik dan berdaya guna. Sehingga pada akhirnya akan terbentuk generasi emas bangsa Indonesia yang berkualitas, berkompeten dan berkarakter,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, Netty Naomi Howay mengatakan bahwa sosialisasi tersebut dalam rangka membahas 8 pilar keluarga.
“Supaya ada sinergitas penguatan di masing-masing bidang,” katanya.
Dikatakan bahwa pada bidang kesehatan, pemberdayaan perempuan, PKK dan KB bertanggungjawab menyiapkan anak-anak menuju keluarga berkualitas.
“Artinya mempersiapkan anak menuju usia remaja dan persiapan pernikahannya, serta ekonomi mantap dalam bidang keuangan,” ujarnya.
“Jadi anak-anak kalau sudah usia menikah, tapi kalau belum punya pendapatan sendiri maka akan jadi beban orang tua. Sehingga kita harus sosialisasikan ini,” sambungnya.
Kadinkes menambahkan bahwa keluarga berkualitas menjadi modal utama, memberikan peran baik kepada anak sehingga pada akhirnya menciptakan generasi emas bangsa berkualitas dan kompeten.
“Kegiatan ini berlangsung 2 hari dan dikuti kabupaten/kota se-Papua Barat Daya,” pungkasnya.(zia)
















