
SORONG – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap, SE, M.Tr.(Han) CGCEA beserta Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari Ny. Vera Irawati mengunjungi Batalyon Infanteri RK 762/VYS, Selasa (29/8/2023).
Pangdam beserta rombongan saat tiba di Mako Yonif menerima laporan dari Wadan Yonif RK 762/VYS Kapten Inf. Yon Andreas, kemudian Pangdam mendapat pengalungan kain timor, dan Ketua Persit juga mendapat pengalungan kain timor dan bunga. Setelah itu Pangdam disambut tarian adat Papua serta mendapat hormat jajar dari perwira, bintara dan tamtama.
Pangdam selanjutnya memasuki ruang transit Mako Yonif, mendapat pemaparan tentang Yonif RK 762/VYS oleh Wadan Yonif Kapten Inf. Yon Andreas. Sedangkan Ketua Persit Ny. Vera Irawati meninjau TK Kartika dan kantor Persit di Yonif RK 762.
Sekitar satu jam kemudian, Pangdam beserta jajaran dan Ketua Persit dan jajaran menyaksikan atraksi bela diri prajurit, serta demonstrasi pembebasan ‘sandra’ oleh pasukan Gultor Yonif RK 762/VYS.
Setelah itu Pangdam dan Ketua Persit naik rantis berkeliling meninjau Mako Yonif RK 762/VYS.
Selanjutnya Pangdam memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif RK 762/VYS di Gedung Serba Guna.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapok Sahli Kodam Brigjen TNI Subagio Irianto, SE, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan, S.Sos, M.Si, Asintel Kasdam Kolonel Inf. Adi Gus Wulandri, S.IP, Aster Kasdam Kolonel Inf. Jimmy Rihi Tugu, serta para perwira jajaran Korem 181/PVT dan Yonif RK 762/VYS.
Sementara itu, Pangdam Mayjen Ilyas Alamsyah Harahap kepada wartawan mengatakan bahwa, ia bersyukur kepada Allah SWT karena dipercaya oleh negara dan diberi amanah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi Pangdam Kasuari.
“Kunjungan saya ke Sorong ini tidak ada agenda khusus. Sebenarnya ini sudah rutinitas sebagai seorang Pangdam yang baru harus mengenal satuan-satuannya, jadi saya kemari tentu saya ingin mengenal satuan Korem 181/PVT dan jajaran di bawahnya, dan hari ini saya datang ke Batalyon RK 762/VYS untuk melihat sejauh mana kesiapannya atau keberadaan mereka. Saya sudah menerima paparan, saya lihat kondisinya cukup baik, situasinya juga baik,” terang Pangdam.
Dijelaskan Pangdam bahwa, harapannya terhadap anggota Batalyon tinggi, dimana anggota Batalyon harus siap melaksanakan tugas baik saat diperintah atau tidak diperintah harus siap.”Artinya apa, satuan ini harus menjaga kemampuan ridernya untuk bisa setiap saat bergerak, bukan hanya karena ada situasi khusus tidak. Ada istilah kalau kita pingin damai harus siap perang, tapi bukan itu. Kemampuan ini merupakan kemampuan wajib mereka yang harus dipelihara secara terus menerus, siapapun pemimpinnya, bukan karena saya baru tapi sebelum-sebelumnya saya lihat juga seperti itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Pangdam juga menegaskan bahwa tahun politik ini adalah tahun yang harus kita jaga bersama.”Tapi ada ketentuan khusus bagi TNI, diantaranya kita tidak boleh terlibat politik praktis, atau tidak boleh membantu salah satu kontestan dalam memenangkannya. Tapi membantu keamanan untuk berjalan baik itu iya, tapi tentu berkomunikasi dengan pihak terkait seperti polisi, KPU, Bawaslu, pemda,” tegasnya.
Dijelaskan Mayjen Ilyas Harahap bahwa ada ketentuan khusus satuan TNI tidak boleh ikut membantu atau melibatkan diri, atau meminjamkan perlengkapan untuk satu kontestan tertentu, itu sudah ada aturannya.”Tadi sudah saya tegaskan bahwa netralitas prajurit TNI harus dipegang, walaupun itu saudaranya, walaupun itu purnawiran TNI tidak boleh dibantu,” pungkasnya.(akh)













