SORONG-Pada Juni 2023, Kota Sorong mengalami inflasi year on year sebesar 4,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,28. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 6,10 persen dengan IHK sebesar 18,67 dan terendah terjadi di Gunung Sitoli sebesar 1,01 persen dengan IHK sebesar 114,79.
Kepala BPS Kota Sorong Ir. Merry. M.P mengatakan bahwa Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2023 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Sorong, pada Juni 2023 terjadi inflasi sebesar 4,36 persen, atau terjadi ke kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,51 pada Juni 2022 menjadi 114,28 pada Juni 2023.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 5,02 persen kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,43 persen,” katanya, Senin (3/7).
Lanjut dikatakan Kepala BPS, Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,47 persen, kelompok transportasi sebesar 13,44 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 6,03 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,45 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,98 persen. Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,98 persen.
“Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,51 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen,” ungkapnya.
Merry menjelaskan bahwa Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi pada Juni 2023, antara lain bensin, ikan kembung, angkutan dalam kota, rokok kretek filter, beras, ikan oci, angkutan udara, ikan teri, bahan bakar rumah tangga, air kemasan, rokok kretek, bawang putih, sabun mandi cair, sabun mandi, cabai merah, ayam goreng, tepung bumbu, ikan bubara, shampo, dan sepeda motor.
“Sementara komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Juni 2023, antara lain: angkutan udara, cabai rawit, ikan ekor kuning, tomat, ikan mumar, ikan cakalang, ikan sisik, beras, ikan oci, cabai merah, daging ayam ras, tahu mentah, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, bawang putih, air kemasan, kelapa, nangka muda, pembasmi nyamuk spray, es, kopi bubuk, apel, ikan teri,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa Pada Juni 2023, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi, yaitu kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 1,7851 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,2383 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,2119 persen.
“Kemudian, kelompok transportasi sebesar 1,6013 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,0911 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,0172 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,1822 persen. Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,2722 persen,” katanya.
Dikatakan Kelompok yang memberikan andil/sumbangan deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0119 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,0199 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0181 persen.
“Tingkat inflasi sebesar 0,73 persen dan tingkat inflasi sebesar 3,00 persen,” pungkasnya.(zia)















