Tersebar Video Dugaan Pencemaran Nama Baik, Panpel MRP-PBD Akan Buat LP


Hanike:Kami Tidak Pernah Meminta/Menerima Uang!

SORONG-Telah tersebar atau viral video yang diduga berisi tentang terjadinya kegiatan suap-menyuap dalam proses seleksi Calon Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya, Ketua Panitia Pemilihan (Panpel) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Dr.Ir.Hanike Monim, M.Sc menegaskan, bahwa hal tersebut tidaklah benar dan merupakan pencemaran nama baik Panpel MRP-PBD. Sehingga pihaknya akan membuat laporan polisi (LP).

Diketahui video yang beredar di group WhatsApp dimana percakapan berdurasi 1.34 menit terdapat 2 orang sedang melakukan panggilan telepon. Misalnya kita sebut saja 2 oknum tersebut dengan si A dan si B yang tidak lolos seleksi Calon Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam percakapan tersebut membahas proses suap-menyuap yang terjadi. Dimana, dalam video tersebut bahwa salah satu panitia pemilihan telah menerima uang tersebut sebagai syarat untuk meloloskan mereka nantinya. Namun karena tidak lolos seleksi sehingga uangnya dikembalikan.

“Menanggapi video yang beredar di pemberitaan dan media sosial, saya sebagai ketua panitia dan teman-teman panitia lainnya. Kami hari ini menyatakan dengan tegas dan terbuka bentuk publik yang ada di wilayah Provinsi Papua Barat Daya bahwa kami tidak pernah, sekali lagi, tidak pernah meminta ataupun menerima uang atau benda apapun yang ada hubungannya dengan proses pemilihan ini,” tegas Hanike Monim bersama tim Panpel ketika melakukan jumpa pers di salah satu hotel di Puncak Arfak, Sabtu (10/6).

Dikatakan Hanike bahwa Kalau ada pihak-pihak tertentu yang tidak puas dengan pernyataan pihaknya tersebut, maka dipersilahkan untuk melakukan klarifikasi ataupun melaporkan bahkan atau melakukan pengaduan kepada pihak kepolisian. Tetapi apabila di pihak kepolisian tidak terbukti maka kami berhak untuk menuntut karena telah melakukan pencemaran nama baik.

“Karena kami tidak pernah melakukan hal-hal yang ditujukan pada video tersebut. Kami juga akan melakukan pengaduan dan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya lagi.

Sementara itu, nama yang disebut-sebut di dalam video yakni Merry Isir, yang merupakan salah satu Panitia Pemilihan Anggota MRP PBD juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal tersebut, sehingga secara pribadi dan keluarga besarnya juga akan melakukan laporan polisi akibat video viral tersebut yang dinilai merugikannya.

“Saya dan kami serta keluarga merasa dirugikan atas video tersebut. Kami tidak setuju dan tidak menerima apa yang disampaikan di dalam video tersebut dan dari pihak keluarga yang akan melapor ke pihak kepolisian,” pungkasnya.(zia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!