
SORONG-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong melakukan pengawasan harga kebutuhan pokok (Bapok) dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Saga Supermarket dan Pertamina Fuel Terminal Sorong, Kamis (16/2).
Asisten ll Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Tamrin Tajudin,ST.MM mengatakan bahwa tim TPID Kota Sorong melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Saga Supermarket dan Pertamina Fuel Terminal Sorong.
“Tujuan kita ke Saga yaitu menanyakan seluruh kebutuhan pokok masyarakat dan dari informasi yang kami dapat syukur alhamdulillah bahwa ketersediaan cukup baik, meski ada beberapa komoditi yang terancam naik harganya yaitu minyak goreng tapi naik hanya sedikit Rp100 – Rp200. Hal tersebut karena diambil dari pabrik yang mengalami kenaikan,” jelasnya.
Tapi, kata Tamrin bahwa pihaknya tetap akan menekankan bahwa yang penting jangan melebihi harga yang telah ditetapkan pemerintah yaitu Rp14.000 per liter.
“Itu yang kami jaga, sehingga mudah-mudahan betul-betul inflasi di Kota Sorong terkait masalah harga-harga barang itu bisa terjangkau dengan baik, sesuai dengan harapan pak Pj Wali kota Sorong,” ujarnya.
Tamrin menegaskan bahwa Tim TPID akan mengawasi itu semua, mudah-mudahan harga kebutuhan pokok tidak melonjak menjelang bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri mendatang.Kemudian, Tamrin mengatakan kunjungan ke Pertamina Terminal Fuel Sorong yaitu untuk memastikan kuota dan stok BBM aman.
“Kami melakukan diskusi panjang, di mana substansi pertemuan ini adalah menggaransi adanya kuota BBM yang di tahun kemarin sempat menurun. Kemudian dikembalikan ke kuota semula di tahun 2022. Sehingga di 2023 apakah kuota itu berkurang seperti yang lalu atau stabil,” ujarnya.

“Sehingga keterangan yang diberikan oleh pihak Pertamina bahwa secara kolektif hampir seluruh jenis-jenis bahan bakar yang ada di Sorong ini cukup untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang ada di Kota Sorong untuk beberapa hari ke depan,” sambungnya.Menurut, Tamrin bahwa itu sangat cukup bahkan dianggap dipastikan bahwa untuk Sorong kedepannya stok BBM di Kota Sorong bisa dikendalikan atau diandalkan.
“Namun, saya mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi jika ada oknum-oknum atau mafia yang bermain minyak. Misalnya membeli BBM subsidi secara berulang untuk dijual kembali. Sementara yang berhak tidak mendapatkan. Tadi dari Pertamina juga mengatakan upaya pengendalian BBM subsidi agar tepat sasaran yaitu menggunakan QR Code mypertamina,” pungkasnya.
Sementara itu, Fuel Terminal Manager Sorong, Yohanis Roni menyambut baik kedatangan Tim TPID Kota Sorong.”Kami menyambut baik kunjungan Tim TPID Kota Sorong. Pada pertemuan kami menjelaskan terkait stok kuota BBM dan pendistribusiannya,” pungkasnya.(zia)














