AIMAS – Tidak lancarnya suplai air bersih oleh PDAM di Kabupaten Sorong, dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat semakin cemas. Sebab dikhawatirkan akan menghambat perekonomian, terutama bagi para pelaku usaha, bahkan ibu rumah tangga sekalipun.
Diakui salah seorang warga Jl. Buncis Unit 2, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, Zainudin L. Awam, masyarakat di sekitar lingkungannya sudah semakin tidak nyaman dengan kondisi minimnya air bersih tersebut. Dirinya sangat berharap agar pemerintah segera mengambil kebijakan lain untuk segera mengatasi kondisi yang ada.
“Kami sangat berharap Pemerintah bisa mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan ini. Karena air bersih ini adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat, apalagi kita sebagai pedagang,” ujar Zainudin.
Disebutkan Zainudin, imbas dari tidak lancarnya suplai air bersih ini sudah sangat dirasakan. Terutama bagi pelaku usaha seperti laundry, rumah makan, dan beberapa lini usaha lain.
“Bagaimana kita mau membuka usaha untuk meningkatkan ekonomi jika air ini tidak jalan. Yang punya usaha laundry pasti rasa sekali. Mereka bayar pajak tapi usahanya tidak jalan karena air tidak lancar. Persoalan ini harus disikapi secara baik oleh pemerintah dengan mengambil langkah strategis untuk menjawab persoalan ini,” terangnya.
Sebelumnya, diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sorong, Herizet, ST bahwa pemerintah telah mengambil kebijakan dengan menyediakan air tangki untuk pelanggan PDAM. Namun, sejumlah masyarakat di Jl. Buncis mengaku belum mendapatkan bantuan tersebut.
“Sejak aliran air bersih tidak lancar, kami belum pernah dapat suplai air bersih dari tangki. Jadi selama ini kami hanya berharap hujan turun dan penuhi bak dan ember,”tambah Zainudin.
Zainudin meminta, jika air tangki tersebut memang disediakan untuk membantu kebutuhan air bersih bagi masyarakat, maka penyalurannya harus merata dan terjadwal. Sehingga masyarakat bisa mempersiapkan teknisnya. (ayu)















