MANOKWARI – Pemerintah Papua Barat dalam menyambut kedatangan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah melaksanakan rapat, Kamis (5/1) malam lalu.
Usai rapat tertutup, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Melkias Werinussa mengatakan salah satu agenda kedatangan Kapolri dan Panglima TNI yakni akan meresmikan KRI Teluk Wondama.
“Ada tiga agenda, salah satunya peresmian KRI Teluk Wondama,” ujarnya.
Ia menjelaskan rute kedatangan Kapolri dan Panglima TNI selama di Manokwari, setiba di Bandara Rendani rombongan langsung menuju Mapolda Papua Barat untuk bertemu dengan anggota dan prajurit TNI-Polri.
Kemudian setelah dari Mapolda Papua Barat, rombongan kemudian menuju ke Makodam XVIII/Kasuari dan pemerintah provinsi.
“Untuk kegiatan provinsi kita gabung di Kodam Kasuari. Jadi kita fokuskan di sana,” katanya.
Selepas dari Makodam XVIII/Kasuari, rombongan Kapolri dan Panglima TNI menuju ke Fasharkan Angkatan Laut untuk peresmian KRI Teluk Wondama dan sorenya langsung bertolak ke Sorong, Papua Barat Daya.
“Persiapan segala sesuatu mengenai penjemputan di tanggal 10 Januari 2023 sudah matang,” ucap Melkias.
Ia menuturkan kedatangan Kapolri dan Panglima rencananya sekitar pukul 08.00 wit menggunakan pesawat pribadi sebab melalui jalur Timika terlebih dahulu kemudian ke Manokwari.
“Pak Pj Gubernur Papua Barat yang akan menjemput kedatangan bersama Forkopimda,” tuturnya.
“Kita batasi penjemputannya agar arak-arakan kendaraan tidak panjang,” tambahnya.
Ia mengungkapkan tidak ada kolaborasi antara Papua Barat dengan Papua Barat Daya sebab sudah pemerintahan yang berbeda. Namun Forkopimda masih menjadi satu.
“Jadi Forkopimda yang mengikuti Kapolri dan Panglima TNI ke Sorong, Papua Barat Daya,” ungkapnya. (bw)















