PPKM Dicabut, Permintaan Masker Masih Stabil

Pedagang masker di seputaran Sorong City menunjukkan beberapa dagangannya
Pedagang masker di seputaran Sorong City menunjukkan beberapa dagangannya

SORONG – Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah resmi dicabut oleh Presiden RI sejak 30 Desember 2022 lalu, tampaknya tidak begitu mempengaruhi penjualan masker. Sala satu pedagang masker di seputaran Taman Sorong City, mengatakan penjualan maskernya masih cederung stabil.

Tidak ada penurunan drastis jika dibadingkan dengan pada saat masih diberlakukannya PPKM. “Masih rame, lumayan, sehari masih bisa dapat Rp 1 jutaan lebih. Padahal saya jualan hanya dari jam 3 sore sampa jam 9 malam saja,” akunya saat berbincang dengan Radar Sorong, Selasa (3/1) sore.

Dikatakannya, ia sendiri tak tahu pasti mengapa permintaan masker masih tinggi, sementara PPKM sudah resmi dicabut oleh pemerintah. Ini artinya masyarakat tidak diwajinkan lagi untuk memakai masker. Namun menurutnya, penjualan masker masih stabil kemungkinan karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker selama beberapa tahun terakhir sejak pandemi merebak.

Selain itu pencabutan status PPKM juga tidak serta merta melunturkan penerapan protokol kesehatan yang diperlukan di lingkungan tertentu. Sehingga sejumlah instansi dan perkantoran juga masih menerapkan aturan tersebut.

“Kalau menurut saya mungkin masyarakat kan sudah terbiasa juga pakai masker, apalagi saat berkendara naik motor biar tidak hirup debu. Atau karena memang tuntutan pekerjaan, bisa jadi di tempat kerjanya masih menerapkan Prokes juga,” terangnya.

Sehingga menurutnya, bisa dibilang masyarakat jadi lebih aware sama kesehatannya sejak ada pandemi COVID-19. Dia membeberkan, ada beberapa jenis dan merek masker yang dijual, pun dengan harga yang juga variatif. Namun dari berbagai masker yang tersedia, yang paling laris adalah penjualan masker model duckbil. Dimana persentasenya sekitar 70-85 persen.

“Yang paling laris model duckbil. Perbandingannya kalau sehari saya bisa dapat Rp 1,2 juta, maka sekitar Rp 800 ribunya itu dai hasil penjualan masker model duckbil. Nanti sisanya baru model campuran, sedikit-sedikit,” bebernya.

Diakui, selama penjualan masker masih cukup menjanjikan, dirinya pun masih akan tetap stay untuk berjualan masker di seputaran Bandara DEO Sorong. (ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!