Pesan Mendagri Tito Karnavian kepada Dr. Drs Muhammad Musa’ad, MSi
MENDAGRI Dr. Drs. Tito Karnavian, MSi meminta PJ Gubernur Papua Barat Daya Dr. Drs. Muhammad Musa’ad, MSi untuk menjaga daerah tetap aman dan kondusif. ” Situasi kondusif harus tetap dijaga. Hubungan atau komunikasi dengan provinsi induk juga harus tetap dijaga dan tetap harmonis,” pinta Tito usai meresmikan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) dan melatik Dr. Drs. Muhammad Musa’ad, MSi sebagai PJ Gubernur PBD di Sasana Bhakti Praja Gedung C lantai 3 Kemendagri, Jumat (9/12), kemarin.
Mantan Kepala Bappeda Papua yang juga dosen Fisip Uncen itu diminta menyiapkan perangkat daerah seperti sekretaris daerah, pimpinan OPD, membentuk MRP.
Tito juga meminta Musa’ad untuk koordinasi dengan KPU dan Bawaslu RI guna membentuk KPU dan Bawaslu PBD.
PJ Gubernur juga diharapkan segera bekerja di Sorong sebagai ibu kota provinsi PBD.
Dengan disetujui dan diresmikannya PBD kata Tito untuk mengurangi rentang kendali, jarak birokrasi dan mempercepat pembangunan. ”Wilayah Papua memang bebeda dengan wiyalah Indonesia. Karena berbeda 20 tahun lebih bergabung. Jadi perbedaan waktu bergabung ini menjadi salah satu penyebab ketertinggalan Papua dengan daerah lainnya,” ungkap Tito.
Menurut Tito nanti urusan cukup di Sorong dan tidak perlu ke Manokwari sehingga memperpendek jarak birokrasi.
Dalam pelantikan kemarin terdapat beberapa kursi yang disediakan untuk tamu tamu dari Sorong tetapi tidak terisi, akibat tidak ada seat pesawat.
Seperti hari Kamis (8/12) seat Garuda terisi penuh. Begitu juga maskapai yang lain. Rombongan PJ Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, MSi, PJ Walikota Sorong George Yarangga, API, MSi, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE, PJ Bupati Sorong Piet Mosso, Anggota DPR PB H. Syaiful Maliki Arif, S.Hut, MSi Jumat (9/12) pagi dari Sorong dengan Garuda dan langsung mengikuti kegiatan peresmian PBD dan pelantikan PJ Gubernur PBD.(pon)
















