MANOKWARI – Sebanyak 164 Kampung di Manokwari pada tahun 2023 akan fokus untuk menangani stunting. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Manokwari, Jeffry Sahuburua mengatakan penanganan stunting tersebut menggunakan anggaran dana desa.
“Penanganan stunting sebenarnya sudah ada di tahun-tahun sebelumnya, namun belum maksimal. Tahun depan kita akan fokuskan dana desa untuk penanganan stunting,” ujarnya di Manokwari, Jumat (2/12).
Ia menyebutkan jumlah besaran dana desa untuk penanganan stunting masih belum ada penentuan menunggu peraturan dari menteri keuangan.
“Yang jelas, anggarannya sesuai dengan jumlah anak di kampung tersebut yang mengalami stunting,” sebutnya. Ia berharap dengan penanganan stunting langsung dari kampung, bisa mengurangi angka anak yang mengalami stunting di Manokwari.
“Makanan tambahan nantinya akan diberikan selama 3 bulan berturut-turut kepada anak stunting atau kurang gizi,” katanya.
“Untuk jumlahnya, kita akan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Manokwari,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo pada 16 November lalu menyebut kasus stunting di Manokwari pada 2022 berada pada angka 26,4 persen.
Pemerintah daerah telah menjalankan intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung stunting dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsungnya.
Upaya lainnya yakni melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah desa dan kampung, dalam menjalankan program penanggulangan stunting.
Jumlah anak yang mengalami stunting di Manokwari pada Oktober 2022 tercatat sebanyak 1.418 kasus yang tersebar pada sembilan distrik di Manokwari. (bw)
















