AIMAS – Peresmian Kampung Kerukunan Umat Beragama ditandai dengan pengguntingan pita oleh Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Sorong, Suroso, S.IP, MA, Senin (31/10) siang. Peresmian Kampung Kerukunan Beragama juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Jalur Bali sendiri sudah dicanangkan menjadi oleh pemerintah sebagai Kampung kerukunan umat beragama sejak tahun 2020. Dimana keberadaan lima tempat ibadah di kawasan tersebut menjadi latar belakang serta alasan pencanangan tersebut.
Ketua Panitia Peresmian Kampung Kerukunan Beragama, Ashar, ST mengatakan masyarakat Jalur Bali tidak pernah membuat janji untuk mempertemukan lima agama di kawasan tersebut.
“Tanpa direncanakan, namun ini semua merupakan Rahmat dari Tuhan yang Maha Esa,” ujar Ashar.
Sekretaris Panitia Peresmian Kampung Kerukunan Umat Beragama, Sukarto menambahkan bahwa kampung tersebut kini menjadi miniatur Indonesia di Kabupaten Sorong.
Pj Bupati Sorong diwakili oleh Asisten II Setda Kabupaten Sorong, Suroso, S.IP, MA memberikan apresiasi tinggi atas diresmikannya Kampung Kerukunan Beragama tersebut. Ia berharap kampung tersebut yang berada di Kelurahan Malagusa dapat menjadi contoh kampung sadar kerukunan.
“Keberhasilan kita juga merupakan kerja keras FKUB Kabupaten Sorong. Sehingga beberapa waktu yang lalu kita mendapatkan harmony aword kerukunan beragaman. Oleh seba itu mari kita peliharaan keharmonisan ini,” kata Suroso.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Sorong, Suroso berharap masyarakat untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Sorong.(ayu)














