SORONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Sorong menggelar pelatihan Tata Boga (beraneka kue) dan Tata Rias khusus bagi perempuan Papua yang dilaksanakan di Gedung Welly Tigtigweria Kantor Dinas PPPA Kota Sorong. Kepala Dinas PPPA Eltje S Doo,SE,MM kepada Radar Sorong mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu agenda pihaknya di Dinas PPPA Kota Sorong dalam rangka Kampanye 16 Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, dan juga masuk dalam program prioritas Dinas PPPA yaitu Pengembangan Masyarakat untuk Peningkatan Kualitas Keluarga.
Kabid Gender Dinas PPPA Kota Sorong Linda Ijie,SE dalam laporannya mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas penguatan gender dan membuat perempuan Papua mampu bekerja di bidang industri rumahan. “Tujuan kami gelar pelatihan Beraneka Kue (Tataboga) dan pelatihan Tata Rias yakni untuk melatih perempuan khusus orang asli Papua untuk bisa membuat kue dan merias wajah sehingga diharapkan para peserta bisa menambah income untuk peningkatan kualitas keluarganya,” ujarnya. “Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dipandu oleh dua orang instruktur. Anggaran pelatihan ini bersumber dari dana otonomi khusus tahun 2022,” sambungnya.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Gamar Malabar,S.Sos yang membuka secara resmi kegiatan pelatihan ini, Rabu (7/12), mengatakan bahwa kegiatan pelatihan beraneka kue (tataboga) dan tata rias khusus bagi perempuan Papua ini kiranya dapat memberikan manfaat yang positif kepada peserta, dan dapat membantu mengurangi ketergantungan hidup dengan cara membuka peluang usaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
“Dari pelatihan ini pula, peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diterima dalam kehidupan sehari-hari dan dapat membagikan kepada masyarakat lain , yang belum berkesempatan hadir. Saya berharap jika peserta telah mendapat pengetahuan dari pelatihan ini, peserta harus mampu berwirausaha secara mandiri,” tegasnya.
Ditambahkannya, Kota Sorong ini merupakan kota jasa, hanya mengandalkan sumber daya manusia yang berkompeten agar mampu bersaing di dunia usaha. “Saya mau pesan kepada para peserta untuk menfaatkan kesempatan dan wadah ini dengan baik. Jika dapat memahami dengan baik dan dapat mengaplikasikan dengan benar serta dapat berani mengembangkan usaha secara mandiri, maka saya yakini dengan pertolongan Tuhan, para peserta dapat berkembang secara finansial,” imbuhnya. “Sebab dipastikan permintaan pasar di bidang kuliner dan tata rias masih diminati masyarakat di kota ini, apalagi menjelang perayaan besar seperti Natal dan Idul Fitri,” pungkasnya.
Pembukaan kegiatan pelatihan dihadiri Sekretaris Dinas PPPA Yulinda Moso,SE dan 2 instruktur serta 90 Perempuan Papua yang mengikuti pelatihan. “Bersyukur bisa ikut kegiatan pelatihan ini. Terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” ucap salah satu peserta pelatihan Tata Boga. (zia)














