MANOKWARI – Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Nurmawati mengatakan Papua Barat masih menjadi wilayah endemic malaria dengan 19 kasus per 1.000 penduduk yang mana jumlah kasus sebanyak 9.429.
“Dari 7 kabupaten di Papua Barat terdapat 3 kabupaten yang memiliki kasus malaria yang tinggi yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama. Sedangkan Kabupaten FAkfak, Kaimana, Teluk Bintuni dan Pegunungan Arfak berstatus sedang,” ujarnya, Jumat (3/3).
Ia menjelaskan Papua Barat menargetkan bebas malaria di tahun 2027 sesuai dengan komitmen bersama antara Gubernur, Bupati dan DPR Papua Barat pada bulan Agustus 2017 di Manokwari.
“Hal ini sejalan dengan target eliminasi malarian Nasional yang ditetapkan pada tahun 2030,” jelasnya.
Guna mempercepat bebas malaria, kata dr. Nurmawati akan dilakukan pendistribusian kelambu anti nyamuk kepada masyarakat yang tinggal di wilayah endemis tinggi pada bulan Maret 2023.
“Untuk Kabupaten Manowkari, Manowkari Selatan dan Teluk Wondama,” katanya.
Ia menuturkan masyarakat di semua kampung yang masuk dalam endimis tinggi akan diberikan kelambu per kelompok tidur sejumlah 160.250 kelambu.
Sedangkan kabupaten lainnya, kelambu hanya diberikan kepada maysrakat yang bertempat tinggal di kampung yang endemis tinggi sesuai dengan hasil perencanaan puskesmas sejumlah 35.200 kelambu.
“Sehingga total kelambu yang didistribusikan di Papua Brat sebanyak 195.450 kelambu dan diperkirakan kelambu tersebut bisa melindungi sebanyak 328.513 jiwa,” tuturnya.
Ia mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian, apabila cakupan pembagian kelambu anti nyamuk bisa mencapai target minimal 95 persen dan 85 persen penduduk menggunakan kelambu di malam hari, maka diperkirakan bisa menurunkan 50 persen kasus malaria di tahun berikutnya.
Pada tahun 2020 pernah dilakuakn pemberian kelambu kepada masyarakat secara massal sekitar 98 persen. Hasil survei 73 persen masyarakat menggunakan kelambu pada malam hari dan 27 persen tidak menggunakan kelambu dengan alasan panas, ukuran kecil dan sebagainya.
“Masyarakat paling banyak menggunakan kelambu pada pukul 21.00 Wit.
Pada pukul 18.00 wit masyarakat diharapkan menggunakan pencegahan gigitan nyamuk dengan lotion atau yang lainnya,” pungkasnya. (bw)















