SORONG – Peristiwa penghadangan dan pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu Distrik Bamusbama Kabupaten Tambrauw pada tanggal 16 Maret 2026 yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia, Yeremia Lobo (tenaga kesehatan) dan Yohanes Edwintus Bido, mendapat perhatian serius dari Polda Papua Barat Daya.
Pasca kejadian tersebut, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.IK, M.AP beserta jajaran langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan ‘menerjunkan’ 60 personel Brimob serta sejumlah personel anggota Polres Tambrauw untuk mengamankan situasi. Selain itu, personel Satgas Yonif 763/SBA juga memback up pengamanan di jalur utama Sorong – Fef (Ibukota Tambrauw) itu.
Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Gatot Haribowo melalui Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare menjelaskan bahwa, pengerahan 60 personel Brimob ke Tambrauw sebagai langkah cepat untuk menjaga stabilitas keamanan serta menjamin keselamatan masyarakat yang melintas di jalur utama Sorong – Tambrauw.
“Sebanyak 60 personel Brimob kami kirim untuk memperkuat pengamanan dan mendukung mobilisasi masyarakat,” ujar Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare didampingi Dirintelkam Kombes Pol. Angling Guntoro, S.IK dan Kabid Propam AKBP Mathias Yosias Krey, S.Pd pada acara Press Release di Mapolda Papua Barat Daya, Rabu (18/3/2026).
Dikatakan pula bahwa pihaknya juga menyiapkan pos pengamanan di sejumlah titik rawan guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman, terutama pasca kejadian penghadangan dan penganiayaan oleh OTK.
Bahkan kini aparat kepolisian bersama TNI menerapkan sistem pengawalan bagi pengguna jalan baik dari Tambrauw menuju Sorong maupun yang dari Sorong ke Tambrauw.
Kendaraan yang melintas khususnya sepeda motor dikumpulkan terlebih dahulu di satu titik, kemudian setelah terkumpul dalam jumlah tertentu baru diberangkatkan secara bersama-sama dengan pengawalan ketat petugas.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman bagi warga yang melakukan perjalanan dari Tambrauw ke Sorong maupun sebaliknya.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir untuk beraktivitas maupun bepergian, karena aparat gabungan Polri – TNI disiagakan di lapangan. “Situasi saat ini sudah kondusif, tapi kami tetap waspada penuh. Petugas standby untuk memastikan keamanan masyarakat,” ungkap Jenny.
Selain itu, kata Jenny, saat ini Dirreskrimum Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Junov Siregar, S.IK bersama jajarannya masih melakukan penyelidikan, penyidikan dan pendalaman terhadap kasus itu, untuk mengungkap dan menangkap pelaku, serta menyingkap motif dibalik peristiwa berdarah itu.
Ditegaskan pula oleh Kompol Jenny bahwa kedua korban merupakan warga sipil, salah satunya sebagai tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pratama Fef Kabupaten Tambrauw, bukan anggota intelijen sebagaimana isu yang beredar. “Dari hasil visum tidak ada luka tembak, kedua korban meninggal akibat luka senjata tajam,” ungkapnya.(akh)















