Fauji: Target Zero 2024, Pemkot Bentuk Tim KPKD
SORONG-Dari data Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bahwa di Kota Sorong tercatat ada 8.660 KK dan 42.402 jiwa warga Kota Sorong yang masuk dalam angka kemiskinan ekstrem.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Sosial Fauji Fattah,S.STP, M.Si ketika memimpin rapat bersama pihak terkait diantaranya Petugas Pendamping Keluarga Harapan (PKH) yang akan melakukan verifikasi data tersebut.
“Ini rapat persiapan untuk teman-teman turun melakukan verifikasi faktual terkait data kemiskinan ekstrem yang kami terima dari Menko PMK melalui Bappeda Kota Sorong. Data yang kami terima untuk per KK itu sebanyak 8.660, kalau per jiwa sebenarnya 42.402,” ungkapnya usai pimpin rapat di Ruang Anggrek Lt.2 Kantor Wali Kota Sorong, Jumat (14/4).
Dikatakannya bahwa Presiden Joko Widodo menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Tanah Air dapat mencapai nol persen pada tahun 2024 mendatang.
“Sehingga kita di Kota Sorong telah diperintahkan wajib untuk membentuk satu tim yang disebut dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD),” katanya.
Lanjut, Fauji bahwa setelah daftar angka kemiskinan pihaknya terima, maka harus dilakukan verifikasi di lapangan. Untuk memastikan apakah data tersebut valid sesuai atau tidak. Sehingga harus ada indikator-indikator yang dikategorikan miskin.
“Kita tidak bisa langsung menentukan. Kita harus melakukan verifikasi karena data ini masih bersifat global, kita belum tahu apakah yang bersangkutan masih hidup atau tidak, ataukah yang bersangkutan masih masuk kategori kemiskinan, entah miskin ekstrem atau tidak. Atau yang bersangkutan sudah keluar dari Kota Sorong atau tidak. Makanya data tersebut sebelum kita setujui dan kita publikasikan. Kita harus melakukan verifikasi faktual yang ada di lapangan terkait data tersebut,” tegasnya.
Fauji menambahkan bahwa dalam melakukan verifikasi data angka kemiskinan di Kota Sorong akan dibantu dengan Tim Pendamping Keluarga Harapan di masing-masing kelurahan atau distrik.
“Yang telah mensupport kami, dalam hal kegiatan verifikasi lapangan tersebut yaitu PKH. Nah, tentu ini sejalan dengan visi misi dari teman-teman juga yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ia berharap agar tim melakukan yang verifikasi pada saat turun ke lapangan nanti, tujuan utama yaitu melakukan verifikasi faktual terkait kemiskinan ekstrem yang ada di kota Sorong.
“Utamanya melihat rumahnya apakah layak, apakah keluarga tersebut ada MCK, penghasilan yang layak. Sehingga kita bisa mendapatkan data yang paling real terkait dengan kemiskinan ekstrim yang ada di Kota Sorong,” pungkasnya.(zia)













