SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyerahkan bantuan dana hibah kepada Yayasan Pendidikan senilai Rp3,5 miliar. Bantuan hibah pendidikan itu diserahkan secara simbolis oleh Pj Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa’ad kepada 4 Yayasan Pendidikan di Hotel Vega Sorong, Senin (23/10).
Diketahui keempat Yayasan Pendidikan tersebut mendapatkan bantuan dana hibah pendidikan nilainya berbeda-beda. Yayasan Pendidikan Kristen (YPK), Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) dan Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) masing-masing mendapat dana hibah pendidikan sebesar Rp1 miliar. Sementara Yayasan Pendidikan Advent mendapat dana hibah pendidikan senilai Rp500 juta.
Pj Gubernur Mohammad Musa’ad mengatakan Pemprov PBD menyadari selama ini Yayasan-yayasan telah berkontribusi besar bagi pengembangan pendidikan di tanah Papua. Bahkan ketika belum ada pendidikan Negeri, Yayasan pendidikan sudah berkiprah memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat di tanah Papua.
“Sebagai wujud apresiasi dan upaya mendukung proses belajar yang dilakukan oleh yayasan maka kita membantu hibah kepada lembaga-lembaga pendidikan ini,” katanya kepada awak media.
Pj Gubernur berharap, dana hibah pendidikan ini diatur secara bijak dalam penggunaan di masing-masing Yayasan Pendidikan. Meskipun diserahkan ke Yayasan secara umum, tapi Pj Gubernur meminta adanya keseimbangan dalam pemanfaatan.
“Ini merupakan APBD Papua Barat Daya di serahkan ke yayasan semoga bisa dimanfaatkan dengan memperhatikan keseimbangan dalam pemanfaatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong Simon Isak Mendogma menyampaikan ucapan kasih atas bantuan dana hibah pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang diserahkan langsung oleh Pj Gubernur PBD Mohammad Musa’ad.
“Bantuan ini sangat membantu kebutuhan dan operasional pendidikan di 121 sekolah, dengan pelayanan pendidikan cukup luas. Dengan bantuan ini kami bisa memberikan kepada sekolah kami yang sangat membutuhkan,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa dana hibah Rp1 miliar ini diperuntukkan bagi operasional pendidikan mulai dari tenaga guru, renovasi gedung sekolah rusak, termasuk perjalanan dinas. Dirinya berharap agar pemerintah bisa memperhatikan sekolah-sekolah Yayasan karena menjadi sekolah pionir sebab sudah berkembang duluan.
“Jadi kita berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada Yayasan Pendidikan dan semua satuan pendidikan agar generasi kitab kedepan lebih maju,” pungkasnya.(zia)















