SORONG– Berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh suka cita, sebanyak 24 peserta didik dari Papua Terdepan Aviation Hospitality Institute, Sabtu (30/9) diwisuda.
Acara wisuda yang berlangsung di Vega Hotel ditandai dengan pemindahan kuncir toga dan penyerahan ijasah oleh Direktur Papua Terdepan Aviation Hospitality Institute, Darmawan Kusuma Saputra, SE dan disaksikan oleh Pj Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya, Ir Viktor Solossa, S.Pd ST MT, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Drs Adrian Howay, MM, Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I DEO Sorong, Cece Tarya, ST MA dan Pilot Capt Riefyan Syafrisal, SE .
Selain itu di kursi tamu undangan hadir Dandim 1802/Sorong, Letkol CPM Andi Sigit Pamungkas, Kapolres Sorong Kota yang diwakili AKP Laode Zamrin, perwakilan Lantamal XIV, TNI AU, perwakilan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Penerbangan Indonesia, Ketua STIE Bukit Zaitun, Meyland Makalisang, SE M.Si, GM Garuda Indonesia, Innu Al Kautsar, GM Vega Hotel Agus Sunarto, GM Aston Hotel Johan L. Ranteupa dan tamu undangan lainnya.
Tampil beda dengan acara wisuda lainnya, di Papua Terdepan Aviation Hospitality Institute, rangkaian acara wisuda diawali dengan tampilnya para wisudawan dan wisudawati bernyanyi bersama dan bergoyang penuh ceria.
Direktur Papua Terdepan Aviation Hospitality Institute, Darmawan Kusuma Saputra mengatakan, wisuda tahun 2023 ini merupakan yang ketiga kalinya dengan jumlah lulusan sebanyak 24 orang.
Dengan mengantongi sertifikat kompetensi, dari para wisudawan/i yang terbanyak dari Prodi Ground Staff Aviation. “Mereka setara D1, Ground Staff ini yang menangani operasional di Bandara mulai dari ticketing reservasi, cheking counter, mereka melayani penumpang
sampai naik ke pesawat,”jelas Darmawan kepada Radar Sorong.
Selain itu jelas Darmawan dari para wisudawan/I juga ada yang bagian Aviation Secuirity (AVSEC). “Aviation Security ini yang menangani keamanan dan keselamatan penerbangan, sehingga harus berlisensi khusus karena mereka tugasnya mengamankan semua peralatan dan perlengkapan di bandara, keamanan penumpang , barang dan jasa,”jelasnya.
Merupakan yang ketiga kalinya menghasilikan lulusan, diakui Darmawan, Papua Terdepan Aviation Institute sebenarnya hadir untuk memfasilitasi anak-anak asli Papua untuk berkarir di dunia penerbangan. Namun karena masih minim informasi, target itu belum terpenuhi.
“Peruntukannya sebenarnya 80 % untuk anak asli Papua (OAP) dan 20 % untuk non OAP. Tapi sampai saat ini belum terpenuhi, masih terbalik yakni 80 % non OAP dan 20 % anak asli Papua. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya untuk membantu mensosialisasikan ke 6 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya,”ujar Darmawan.
Untuk pembiayaannya, diakui semua masih mandiri. Sampai lulus, dalam 1 tahun diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp 36 juta. Khusus untuk mahasiswa asli Papua, diberikan beasiswa dengan diskon 50 %.
“Dari potongan diskon untuk anak-anak kita yang OAP itu kami harap dapat bantuan dari Pemda lagi, sehingga pembiayannya dari Pemda,”tandasnya.
Untuk staf pengajar diakuinya dibawah Perhimpunan Pelatihan Penerbangan Indonesia, pusatnya di Jakarta. “Ada instruktur yang kompeten, juga kami bekerja sama dengan maskapai penerbangan, dengan hotel, dengan Bandara DEO, instrukturnya pun banyak yang aktif, jadi ilmunya pun update,”jelasnya.
“Untuk staf pengajar di Papua Barat Daya ada 17 orang. Kita ingin Sorong jadi pusatnya di Papua. Jadi masyarakat itu kalau mau sekolah penerbangan dan perhotelan kapal pesiar itu cukup datang ke Sorong saja,”imbuh Darmawan.
Dalam meluluskan para peserta didiknya, Papua Terdepan Aviation Hospitality Institute bergabung di dua perhimpunan, yakni perhimpunan pendidikan pelatihan penerbangan Indonesia, dan perhimpunan khusus dan pelatihan kapal pesiar dan hotel. Dari lulusan yang sudah dihasilkan kedepan, Papua Terdepan akan membuka sekolah pilot di Sorong.
“Kami berharap wisuda kali ini dapat membuka mata kita semua para pejabat, stakeholder terkait di Papua Barat Daya supaya bisa mendukung untuk pengembangan sarana dan prasarana sehingga ini termasuk pendidikan advokasi (pendidikan berkebutuhan khusus) yang full skill, anak-anak Papua kita siapkan untuk siap pakai, siapa kerja,”ujar Darmawan.

Kepala Badara DEO Sorong Cece Tarya sangat mendukung hadirnya Papua Terdepan Aviation Hospitality Institute, terlebihb peruntukkannya 80 % untuk anak-anak asli Papua.
Ia pun berharap para wisudawan/I dapat mengimplementasikan kompetensi yang telah dimiliki, dengan nantinya dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dan ikhlas sehingga yang dicita-citakan meraih kesuksesan di kemudian hari dapat tercapai.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya, Viktor Solossa dalam sambutannya mengatakan Pemprov Papua Barat Daya sangat mendukung pendidikan advokasi ini.
Dari Pemprov PBD, yakni Papua Cerdas, Papua Sehat dan Papua Produktif, diharapkan anak-anak asli Papua juga akan semakin banyak bekera di dunia penerbangan.
Usai prosesi wisuda, kesan dari perwakilan wisudawan yang disampaikan oleh Vanda Klaudia Jitmau dan Esterfani Krey. Rangkaian acara wisuda juga diikuti dengan penandatanganan kerjasama (MoU) antara Papua Terdepan Aviation Hospitality dengan Garuda Indonesia, Vega Hotel dan dengan Aston Hotel. (ros)













