SORONG – Sebanyak 1.159 ibu-ibu ‘menaklukkan’ jalanan aspal sepanjang 5 Km dari Batalyon RK 762/VYS hingga finish di Kantor Walikota Sorong. Kegiatan itu merupakan Lomba Gerak Jalan Muslimat NU dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-77 Muslimat NU yang dilepas oleh Penjabat Gubernur Papua Barat Daya diwakili Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD-PSDM) Hj. Gamar Malabar, S.Sos, MM serta sejumlah pejabat di Batalyon RK 762/VYS, Minggu (12/2).
Wati Darwati selaku Panitia Penyelenggara Lomba Gerak Jalan Muslimat NU saat diwawancarai Radar Sorong mengatakan bahwa, lomba gerak jalan itu diikuti 61 regu (1.159 orang) dari seluruh majelis taklim se-Kota Sorong, organisasi perempuan muslimah se- Kota Sorong, kerukunan dan paguyuban di Kota Sorong, serta 3 regu dari Kabupaten Sorong (Kemenag, BKMT, Majelis Taklim Kabupaten Sorong). “Dari Majelis Taklim Pulau Raam (Distrik Sorong Kepulauan) juga ikut. Mereka begitu mendengar mau ada lomba gerak jalan langsung latihan setiap hari. Dan detik-detik terakhir baru daftar,” ujar Wati Darwati yang juga Ketua Bidang Organisasi Muslimat NU Kota Sorong.
Panitia mempersembahkan puluhan juta rupiah untuk 10 regu terbaik dalam lomba gerak jalan yang menempuh jarak sekitar 5 Km tersebut. “Untuk juara 1 mendapat hadiah uang pembinaan Rp 10 juta dan piala/tropy, juara 2 memperoleh hadiah Rp 9 juta dan piala/tropy, juara 3 mendapat Rp 8 juta dan piala/tropi. Ada juga juara harapan 1, 2, 3, juara favorit, juara terbaik yel-yel, juara terbaik variasi, dan juara terbaik busana. Dari 61 regu kami berikan 10 regu terbaik. Dan ada hadiah hiburan untuk semua regu,” ungkapnya.
Wati merasa senang dan bangga bisa menyelenggarakan lomba gerak jalan untuk ibu-ibu itu. “Dengan lomba seperti ini bisa mempererat tali silaturrahmi antar sesama muslimah di Kota dan Kabupaten Sorong khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Pj. Gubernur Papua Barat Daya (PBD) yang diwakili Kepala BKD-PSDM, Hj. Gamar Malabar saat diwawancarai Radar Sorong mengatakan bahwa, kegiatan lomba gerak jalan Muslimat NU ini luar biasa dan sesuatu yang positif.”Ini bisa menjadi ajang silaturrahmi, bisa saling mengenal, bisa sebagai syiar juga. Kami berharap kegiatan tidak hanya sampai di sini saja, tapi terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” harapnya.
Dikatakan pula bahwa, dalam kehidupan sehari-haripun silaturrahmi tetap harus terjaga diantara sesama.”Pesan kami agar tetap jaga kerukunan, toleransi, tidak gampang menerima berita-berita yang belum jelas, berita hoax, akhirnya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Robert Joppy Kardinal, S.AB kepada Radar Sorong mengatakan bahwa, lomba gerak jalan itu satu kegiatan yang sangat positif.”Ini bagaimana ibu-ibu muslimat NU Kota Sorong melaksanakan kegiatan ini memunculkan satu kebersamaan, selain memperingati Harlah Muslimat NU ke-77 mereka juga dengan semangat merayakan satu abad NU,” terangnya.
Dikatakan bahwa NU merupakan satu organisasi yang besar di Indonesia. Dengan Harlah ke-100 tahun berarti NU sudah berdiri 100 tahun, sebelum ada negara Republik Indonesia.”Warga NU pasti jadi pejuang-pejuang kemerdekaan saat itu, dan mereka adalah pemersatu bangsa. Mereka selalu berbicara tentang persatuan dan kesatuan bangsa Republik Indonesia berdasar pancasila, semua tokoh-tokoh NU berada di situ, semangat ini yang ditanamkan dari Sabang sampai Merauke,” terangnya.
Robert Kardinal mengatakan bahwa kegiatan lomba gerak jalan harus didukung karena sangat positif, apalagi dengan semangat ibu-ibu yang antusias mengikuti lomba gerak jalan.”Kita ini baru keluar dari pandemi covid, karena pemerintah berjibaku mengatasi covid maka kini ibu-ibu bisa bersilaturrahmi secara terbuka melalui kegiatan seperti ini. Saya mengapresiasi panitia yang melaksanakan kegiatan ini, karena ini salah satu momentum menyatukan semua anak bangsa,” tegasnya.(akh)












