SORONG-Guna mengantisipasi peningkatan stunting di wilayah Papua Barat Daya Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) mitra pelaksana UNICEF melaksanakan kegiatan orientasi fasilitator program gizi remaja atau aksi bergizi bagi guru tingkat SMP dan Madrasah selama tiga hari. Kegiatan itu, berfokus pada pemahaman dan pembelajaran perihal pentingnya makanan bergizi bagi kaula muda.
Salah satu narasumber, Jelly Vanny Seran menjelaskan bahwa orientasi aksi bergizi dilaksanakan kepada guru – guru setingkat SMP dan SMA sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan program pencegahan stunting, kesehatan reproduksi dan pendidikan gizi bagi remaja.
“Jadi, kami mulai pencegahan stunting ini sejak remaja. Khususnya remaja putri dengan melaksanakan pemberian tablet tambah darah seminggu sekali. Kenapa mulai dari remaja putri, karena mereka sudah mulai haid dan akan menjadi calon ibu. Kalau kami di Jayapura sudah melaksanakan ya, program sarapan pagi bersama dan minum tablet penambah darah di sekolah. Hal ini untuk mencegah remaja putri yang tidak mengkonsumsi penambah darah saat dibawa pulang,” jelasnya, Rabu (2/8).
Menurut Jelly remaja putri merupakan calon ibu di masa depan. Oleh sebab itu, penting mempersiapkan kondisi kesehatannya mulai dari usia belasan tahun sehingga menjadi seorang ibu dalam kondisi yang diterima dan sehat.
“Karena dari remaja-remaja yang sehat maka akan mempersiapkan calon ibu yang sehat dan ibu sehat akan melahirkan bayi yang sehat juga. Bukan hanya saat ibu hamil baru diperbaki, atau 1000 hari pertama kehidupan. Tapi yang baik itu sejak remaja,”ujarnya.
Remaja saat ini, tambah Jelly jangan sampai menderita anemia atau kurang darah karena akan berdampak pada saat nanti dia menjadi seorang ibu. Oleh sebab itu, peran guru sebagai perpanjangan tangan bisa mengajarkan kepada siswa siswi di sekolah.a
“Jadi pelatihan ini ada dalam beberapa sesi yakni materi UKS sampai pendidikan gizi dan juga diselingi dengan permainan game-game supaya mempermudah komunitas serta untuk menangkap materi yang dikasih. Hal yang disampaikan di sini itulah yang akan disampaikan kepada siswa. Harapan kami sebagai fasilitator materi yang sudah disampaikan ini bisa dilaksanakan di sekolah bukan hanya sampai di sini,”terangnya.
Ia juga berharap agar Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan bisa memperhatikan hal ini. Seperti pesan Pj Walikota Sorong bahwa ini menjadi rangsangan kedepannya.(rin)















