SORONG – Thomas Warijo (Thowa) siap bertarung di Pilkada Gubernur Papua Barat Daya 2024. Dirinya optimis melalui visi misinya dan program kerja prioritasnya dapat menjadi Gubernur Papua Barat Daya.
“Visinya saya yaitu mewujudkan masyarakat Papua Barat Daya yang adil, Sejahtera berdaya saing dan berbudaya. Sedangkan Misi mewujudkan percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat,” katanya, Kamis (6/6).
Dikatakan Thomas bahwa Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, berdaya saing dan bermoral.
“Kemudian mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif,” ujarnya.
Lanjutnya, Mewujudkan pemerataan pembangunan infrastuktur antar kabupaten/kota guna pengintegrasian.
“Mewujudkan kelestarian lingkungan dengan menjadikan Papua Barat Daya sebagai provinsi konservasi,” katanya.
Pria kelahiran 31 Januari 1985 asal Tambrauw itu juga mengatakan bahwa, ada 6 program prioritas strategisnya ketika ia terpilih menjadi Gubernur Papua Barat Daya.
“Di antaranya peningkatan kualitas sistem pendidikan vokasi, transformasi system Kesehatan, peningkatan ekonomi berbasis inovasi, peningkatan inovasi pelayanan publik, peningkatan infrastruktur konektifitas wilaya dan mengembangkan destinasi dan infrastruktur pariwisata,” jelasnya.
Dikatakan juga untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan vokasi meliputi pengembangan kurikulum yang relevan, pelatihan dan pengembangan guru, kemitraan industri, fasilitas dan peralatan modern, pendekatan belajar berbasis proyek, sertifikasi dan akreditasi.
“Penting juga penggunaan teknologi dalam pembelajaran serta evaluasi peningkatan dan berkelanjutan,” katanya.
Lanjutnya, program transformasi sistem kesehatan mencakup transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan teknologi kesehatan.
Untuk pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, akan fokus pada pembangunan riset-inovasi dan infrastruktur teknologi.
Pemberdayaan UMKM program pendidikan dan pelatihan inovasi, kemitraan industru, akademisi, incubator, bisnis dan startup.
“Termasuk promosi investasi dan kewirausahan serta kebijakan pro-inovasi dan pengembangan klaster inovasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program peningkatan inovasi pelayanan publik dan penataan daerah meliputi aksesibilitas teknologi informasi dan komunikasi.
Kemudian pengembangan model pelayanan publik, pelatihan dan peningkatan kapasitas serta pembangunan infrastruktur dasar dan penataan ruang kota/wilayah.
“Kami juga akan memberdayakan desa dan kawasan pedesaan serta pemantauan dan evaluasi kinerja,” ujarnya.
Soal peningkatan infrastruktur, sambung dia, akan dilakukan pembangunan jaringan jalan lintas daerah, pengembangan transportasi public dan alternatif.
Pembangunan bandara, pelabuhan dan terminal darat, peningkatan akses Listrik dan telekomunikasi dan pembangunan teknologi dalam infrastruktur.
“Kami juga akan melakukan peningkatan kerja sama antar pemerintah daerah,” ujar lelaki tiga anak itu.
Tenaga ahli pimpinan MPR itu berujar, pembangunan yang tidak kalah penting yakni soal pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata.
Hal yang akan dilakukan ialah identifikasi potensi wisata, pengembangan destinasi unggulan, pembangunan infrastruktur wisata, pengembangan ekowisata berlanjutan serta pelatihan dan pengembangan SDM.
“Kami juga akan fokus pada promosi dan pemasaran wisata, kemitraan dengan swasta, pengembangan pariwisata digital dan aktivitas wisatam,” pungkasnya.(zia)















