MANOKWARI – Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw M.Si mendapat undangan ke Meksiko bersama Gubernur Kalimantan Timur untuk membahas penggunaan karbon yang menjadi isu utama pemanasan global.
Asisten II Ekonomi Pembangunan Setda Papua Barat, Melkias Werinussa mengatakan Papua Barat dan Kalimantan Timur saat ini tengah berkonsentrasi mengenai isu karbon.
“Papua Barat masih memiliki hutan yang luas dan terjaga. Selain itu, hutan juga ada sisi ekonomisnya, jika tidak terjaga baik, itu sangat disayangkan,” ujarnya, Jumat (10/2).
Papua Barat dan Kalimantan Timur, kata Melkias mendapatkan alokasi anggaran dari tutupan hutan. Alokasi yang diberikan masih belum diketahui besarannya.
“Anggaran untuk karbon tersebut dari forum dunia yang melalui pemerintah pusat dan kemudian diteruskan ke daerah,” kata Melkias.
Ia mengungkapkan besaran anggaran yang nantinya di terima, digunakan untuk pemanfaatan dan pelestarian hutan.
“Ada hitungannya, nanti orang lingkungan yang hitung,” ungkapnya.
Papua Barat merupakan salah satu provinsi dari di Indonesia yang luas wilayah 102.955,15 kilometer persegi dan memiliki kawasan hutan seluas 9.951.113,85 hektar dengan jumlah penduduk 577.046 jiwa.
Secara administrasi, tutupan hutan Provinsi Papua Barat telah mengalami perubahan menjadi 5.557.560,61 Ha karena adanya pemekaran provinsi baru dari provinsi Papua Barat. (bw)













