SORONG – Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone kepada wartawan Senin (7/2) ketika ditemui di Kantor Wali Kota Sorong mengatakan, sebenarnya susah untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 Omicron. Namun, Satgas tetap melakukan antisipasi dengan menyiapkan sarana prasarana pendukung dengan menyiapkan rumah sakit, serta gencar melakukan pendeteksian dini seperti tracing.
“Kami lebih pada persiapan sarana dan prasarana fasilitas, untuk nanti kita akan melakukan penanganan tapi juga tracing yang dilakukan oleh teman-teman Dinas Kesehatan melalui Puskesmas ini gencar dilakukan lagi tracing untuk bisa mendeteksi varian Omicron,” katanya.
Lanjutnya, Kalau untuk aksesibilitas, baik itu transportasi darat, Bandara dan pelabuhan tetap beroperasi seperti biasa saja. Persyaratan tetap menjadi perhatian teman-teman KKP untuk persyaratan perjalanan, baik itu antigen kemudian vaksin minimal dosis pertama.
Herlin menuturkan untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ke 3 kasus Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Sorong sedang melakukan rapat internal bersama dengan Kepala Puskesmas kemudian, tenaga kesehatan yang lainnya seperti direktur Rumah Sakit terkait dengan mengantisipasi lonjakan kasus-kasus Covid-19 saat ini.
“Salah satunya menyiapkan operasional untuk mengaktifkan rumah sakit rujukan, kami akan berkoordinasi dengan bapak wali kota, karena memang kalau dilihat fungsi dari pada rumah sakit rujukan ini kan adalah untuk menangani pasien Covid-19,” ujarnya
Dikatakannya, masyarakat harus tetap waspada dengan varian baru dari Covid-19 Omicron yang sudah masuk di wilayah Provinsi Papua. Meski di Papua Barat belum ada yang terdeteksi, karena harus melalui pemeriksaan.
“Kalau untuk wilayah Papua Barat, dari data yang ada sampai dengan saat ini untuk mendeteksi Omicron sudah masuk atau belum itu melalui proses pemeriksaan sampel dari para penderita Covid-19,”ujarnya.
Diungkapnya, Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Sorong mulai meningkat, terjadi sejak minggu kemarin di hari Jumat terdapat 50 kasus. Kemudian pada hari Sabtu naik 80 kemudian pada hari Minggu sudah menjadi 128 kasus.
“Ini juga bagian dari hasil teman-teman nakes yang melakukan tracing dan juga dari pelaku-pelaku perjalanan sebenarnya yang didapati hasil rapid antigen mereka positif,” ujarnya.
Lanjutnya, Namun dari data yang pihaknya dapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Sorong bahwa pasien yang sedang dirawat saat ini ada 13 pasien, yang terdapat di 4 rumah sakit. Yakni di rumah sakit angkatan laut, Rumah Sakit Pertamina, Rumah Sakit Maleo dan rumah sakit di Kabupaten kilo 22 dengan total ada 13 pasien.
“Sisanya itu melakukan isolasi mandiri, baik di Kota Sorong maupun ada juga di luar daerah. Jadi warga kita, yang ber KTP Kota Sorong yang ada di luar daerah, ketika mereka kemudian diperiksa antigen atau PCR dengan hasil positif maka data mereka walaupun ada di luar daerah tapi karena KTP Kota Sorong sehingga data itu masuk menjadi data pasien Covid-19 Kota Sorong,” jelasnya. (zia)















