SORONG – Warga mengeluhkan kondisi pelayanan di Puskesmas Sorong yang dinilai tidak memadai. Layanan kesehatan terpaksa dilakukan di luar ruangan karena kerusakan fasilitas di dalam gedung.

Bewar, salah seorang warga Distrik Sorong, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai fasilitas yang seharusnya mendukung pelayanan kesehatan justru membahayakan.
“Kita mau buat Surat Keterangan Kesehatan, petugas bilang tidak bisa karena lampu mati. Air menembus plafon, petugas tidak berani menyalakan komputer karena takut kena stroom,” katanya.
Menurutnya, Puskesmas memiliki peran penting sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat, mulai dari edukasi, pencatatan, hingga evaluasi kesehatan.
Bewar menilai kepemimpinan di Puskesmas Sorong perlu dievaluasi karena kondisi fasilitas mencerminkan lemahnya tata kelola.“Pemerintah Kota Sorong harus turun tangan. Jangan biarkan hal ini terus terjadi karena menyangkut pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sorong, Agustina Naa, saat ditemui wartawan enggan memberikan keterangan. Bahkan, ia menolak wawancara dan mengusir jurnalis. “Bapak dan Ibu ini siapa? Tidak boleh liput di sini, jangan tanya saya,” ucapnya dengan nada tinggi.
Pantauan media ini, Rabu, (24/9) menunjukkan pelayanan dilakukan di teras Puskesmas atau luar ruangan yang tidak memadai. Kondisi itu membuat warga mengeluh, terutama ketika hujan. Kemudian, Sejumlah fasilitas di dalam gedung tampak rusak parah, mulai dari plafon yang roboh dari lantai 1 dan 2 hingga listrik padam akibat kebocoran.
Adapun, Ruang pertemuan yang bersebelahan dengan ruangan Kepala Puskesmas pun ikut rusak, dipenuhi genangan air hujan. Kerusakan ini diduga telah terjadi sejak beberapa bulan lalu, namun tidak ada penanganan serius dari pihak pengelola.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai perhatian Pemerintah Kota Sorong terhadap fasilitas kesehatan dasar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.(zia)











