Soal Aspirasi Casis Tamtama yang Mengadu ke DPR PB
MANOKWARI – Sebanyak 44 orang calon siswa (casis) yang tidak lolos administrasi seleksi masuk tamtama penerimaan TNI AD jalur otonomi khusus (Otsus) mendatangi Kantor DPR Papua Barat, Kamis (3/11) sekitar pukul 14.56 wit untuk menyampaikan aspirasinya. Kedatangan ke 44 anak asli Papua tersebut diterima oleh Wakil Ketua (Waket) IV DPR Papua Barat, Carstensz Malibela di depan Kantor DPR Papua Barat.
Salah satu casis , Jepzeth Ullo dalam aspiranya menyampaikan lima poin kepada DPR Papua Barat. Pertama, meminta untuk mendapatkan hak kesulungan yang diatur dalam Undang-Undang Otsus jilid II tahun 2021. Kedua,untuk memberikan ruang dan kesempatan yang sama dengan anak lainnya untuk berkarya melalui jalur TNI di NKRI. Ketiga, meminta DPR PB Fraksi Otsus dan Komisi 1 untuk membantu anak asli Papua dalam menggapai cita-cita untuk masuk sebagai tamtama TNI AD.
Selain itu, mereka juga meminta kepada DPR Papua Barat melalui Fraksi Otsus untuk menyampaikan kepada Pangdam Kasuari atau Pj Gubernur Papua Barat agar harus menerima anak asli Papua menjadi anggota TNI AD. Kelima, menyampaikan bahwa merah putih adalah kami, kami adalah merah putih dan Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua. Wakil Ketua IV DPR Papua Barat, Carstensz Malibela menyampaikan akan bertemu dengan Pangdam Kasuari pada Senin (7/11) mendatang guna membicarakan terkait aspirasi asli anak Papua.
“Senin besok kita bertemu Pangdam terlebih dahulu untuk mencari tahu duduk permasalahannya,” ujarnya kepada wartawan. Ia menyebutkan jika tidak ada titik temu dan tidak ada anggaran untuk penambahan bagi anak asli Papua masuk tamtama TNI AD, Carstensz rasa harus ketemu terlebih dahulu dengan Pangdam Kasuari, Pj Gubernur Papua Barat, bahkan Bupati Manokwari. Ia menuturkan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada di kedewanan.
“Saya melihat, adik-adik tadi mempunyai kemauan yang kuat. Mereka telah bertemu dengan Bupati Manokwari, MRP Papua Barat namun belum mendapat jawaban yang pasti,” tuturnya. “Pertemuan dengan Bupati Manokwari, mendapatkan penyampaian bahwa dana Otsus untuk penerimaan tamtama TNI AD terbatas,” imbuhnya. Ia mengungkapkan bahwa dana Otsus ini sudah ke kabupaten kota dan penggunaannya sesuai dengan UU Otsus Nomor 2 tahun 2021.
“Saya rasa jika penerimaan tamtama TNI AD menggunakan dana otsus, berati pemerintah daerah bisa mengambil kebijakan untuk membiayai pendidikan untuk mereka anak asli Papua,” ungkapnya.”Intinya kita ketemu dulu untuk mengetahui persoalannya seperti apa dan menghasilkan solusi. Kalau memang ada pos anggaran yang bisa kita masukkan ke sana kita akan dorong itu,” tambahnya lagi. (bw)















