SORONG – Universitas Terbuka (UT) merupakan PTN ke- 45 di Indonesia dengan berbagai jaminan kualitas dan prestasi yang sangat hebat. Hal ini disampaikan langsung oleh Manajer BBLBA (Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar) UT Sorong, Roman Hadi Saputro, S.S, M.IP di Aula Samusiret, Kantor Walikota Sorong, Sabtu (23/4).
Roman mengatakan bahwa untuk jaminan kualitas, UT sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi karena akreditasi institusi UT adalah B dan akreditasi untuk seluruh program studi yang ada adalah A dan B kecuali program studi Informatik, karena program studi tersebut masih baru dan belum ada lulusannya. “Nah, jaminan kualitas kita juga ada dari ICDE (International Council For Open and Distance Education), jadi ini adalah council International untuk perguruan tinggi jarak jauh sedunia. Jadi kita diakui, diakreditasi oleh ICDE, kemudian kita juga sudah akreditasi ISO 9001 dan akreditasi BAN-PT”, ucapnya.
Selain memiliki jaminan kualitas yang baik, Roman juga menyampaikan bahwa UT juga telah mendapatkan 6 rekor MURI. “UT juga mendapatkan rekor MURI, yang pertama itu kemarin tanggal 4 September 2021 tepat pada saat hari ulang tahun UT ke- 37, kita mendapatkan 3 rekor MURI. Pertama ‘Perguruan Tinggi dengan jumlah alumni terbanyak’ itu jumlah alumni kita ada 1.847.714 alumni. Terus yang kedua itu ‘Perguruan Tinggi dengan Jangkauan Terluas’ di 514 Kabupaten/Kota dan ada di 48 negara. Kemudian yang ketiga itu ‘Perguruan Tinggi dengan alumni terbanyak lulus seleksi CPNS Tahun 2019’, jadi pada tahun 2019 kemarin sebanyak 138.761 orang itu adalah alumni UT” lanjutnya.
Pada tanggal 11 Maret 2022 kemarin, UT kembali mendapatkan 3 rekor MURI. “ Kemudian yang ke 4, 5, dan 6 itu UT dapatkan baru satu setengah bulan yang lalu, itu adalah ‘Perguruan Tinggi dengan penerimaan mahasiswa terbanyak tahun 2021/2022’ itu mahasiswa baru UT ada 57.026 mahasiswa, jadi jangan khawatir mengenai kualitas UT, kemudian ‘PTN dengan jumlah mahasiswa terbanyak’ jadi jumlah mahasiswa UT pada saat tanggal 11 Maret 2022 itu sebanyak 345.559, itu belum seluruhnya, karena kita kan ada di 48 negara juga, kemudian yang terakhir adalah ‘Perguruan Tinggi dengan jumlah kelas virtual terbanyak’ jadi jumlah kelas obline kita itu ada 44.087 kelas”, tambahnya.
Roman juga mengatakan bahwa walaupun UT memiliki akreditasi hingga ke tingkat nasional bahkan memiliki banyak prestasi, biaya yang harus dikeluarkan untuk masuk di UT terjangkau. “ Tenang aja, jadi di UT itu sama sekali tidak ada yang namanya uang gedung dan biaya pendaftaran hanya Rp 100.000,00- saja,” ujar Roman.
Roman mengatakan bahwa pada saat semester 1, para peserta yang ingin mendaftar di UT tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembayaran uang gedung, karena nantinya hanya akan ada uang pendaftaran sejumlah Rp 100.000,00-
Untuk skema layanan sistem yang ada di antaranya adalah SIPAS (paket semester) biaya SPP nya adalah sebesar Rp 1.150.000 – Rp 3.400.000. Sedangkan untuk skema nonSIPAS (Per SKS) biaya SPP yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 35.000 – Rp 80.000.
Roman juga menjelaskan bahwa Skema nonSIPAS adalah non paket semester yang berarti mahasiswa boleh memilih mata kuliah sesukanya saja, misalnya dia hanya ingin berkuliah 1 semester dengan 3 atau 4 mata kuliah saja dan semester selanjutnya 2 mata kuliah saja, itu masuk ke dalam skema nonSIPAS.














