MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) melaksanakan rapat pengendalian inflasi sebab Manokwari termasuk tertinggi ke enam se Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) dengan inflasi sebesar 6,06 persen.
Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan dari sektor transportasi menjadi penyumbang tertinggi terjadinya inflasi di Manokwari sebesar 0,897 persen.
“Transportasi di Manokwari ada angkutan udara, laut dan darat. Angkutan Laut dan darat tidak terjadi lonjakan namun angkutan udara yang mengalami lonjakan yang cukup tinggi,” ujarnya, Senin (16/1).
Ia menyebutkan selain komoditi angkutan udara, komoditi bahan makanan juga mengalami lonjakan inflasi. Ia menuturkan hal tersebut imbas dari kenaikan harga BBM.
“Turunnya harga BBM di awal tahun ini, semoga menjadi angin segar dalam menjaga inflasi di Manokwari,” tuturnya.
Terutama komoditi ikan, lanjut Edi menjadi perhatian serius bagi tim TPID Manokwari untuk menjaga rantai pasok. Untuk itu, TPID Manokwari harus memberikan sebuah solusi dalam mengatasi ketersediaan bahan makanan.
“Saya minta, TPID Manokwari bisa menjaga stabilitas harga pangan sebab menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tandasnya.
Edi memberikan apresiasi kepada tim TPID Manokwari karena sudah berupaya dalam menjaga inflasi. “Dengan pertemuan ini, bisa mendapatkan solusi dalam menekan angka inflasi,” pungkasnya. (bw)















