SORONG- Terminal Petikemas (TPK) Sorong terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem logistik di wilayah Papua Barat Daya. Dalam pertemuan koordinasi strategis yang digelar di Ruang Tunggu Terminal Penumpang Pelabuhan Sorong pada Jumat (8/5), manajemen TPK Sorong menegaskan fokus utama perusahaan pada peningkatan produktivitas, penguatan standar keselamatan HSSE (Health, Safety, Security and Environment), serta optimalisasi alat bongkar muat.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran manajemen TPK Sorong, petugas Planning & Control, tim operasional (gate, lini 2, dan security), serta tim teknis dari PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) Site Sorong.Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa kinerja operasional TPK Sorong menunjukkan tren peningkatan yang positif. Hal ini menjadi indikator keberhasilan sinergi antar tim dalam menjaga produktivitas dan efisiensi layanan.
Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie dalam arahannya menyampaikan motivasi kepada seluruh tim untuk terus menjaga momentum positif ini.
“Kinerja yang sudah baik ini harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan. Evaluasi harus dilakukan secara konsisten, baik internal maupun eksternal, agar kita dapat terus beradaptasi dan memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa. Kunci keberhasilan kita adalah disiplin, kolaborasi, dan komitmen terhadap kualitas layanan,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan penerapan HSSE menjadi perhatian utama Direksi. Seluruh elemen kerja diharapkan semakin konsisten dalam menerapkan standar keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pengawasan operasional, peningkatan kompetensi pekerja, serta penerapan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, dikatakan bahwa perbaikan dan pemeliharaan alat bongkar muat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan kesiapan alat dan mendukung kelancaran kegiatan operasional. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga performa terminal dan meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa.
Manager PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) Site Sorong, Tamsir juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam mendukung efisiensi operasional.
“Kinerja operasional sangat berdampak langsung terhadap port stay kapal dan cargo stay petikemas. Semakin baik koordinasi dan kesiapan alat, maka semakin cepat waktu pelayanan yang berdampak pada efisiensi biaya. Oleh karena itu, kolaborasi dan komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam peningkatan kinerja bersama,” ungkap Tamsir.
Melalui koordinasi intensif ini, TPK Sorong optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pelabuhan, mendukung percepatan arus logistik di wilayah Timur Indonesia, serta menjaga keandalan fasilitas demi kemajuan ekonomi daerah.
Tentang PT Pelindo Terminal PetikemasPT Pelindo Terminal Petikemas merupakan bagian dari grup usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang berperan sebagai subholding pengelola bisnis terminal peti kemas. Perusahaan dibentuk pasca integrasi Pelindo sejak 1 Oktober 2021 dan saat ini mengelola 32 terminal peti kemas di berbagai wilayah strategis Indonesia serta didukung oleh 7 anak perusahaan. Dengan jaringan terminal yang luas dan terintegrasi, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, efisien dan berstandar internasional.(*/zia)














